Muhammadiyah Lumajang Rencanakan Tiga Langkah Rekonstruksi Rumah Terdampak Longsor di Senduro - Al-Ma'un

Muhammadiyah Lumajang Rencanakan Tiga Langkah Rekonstruksi Rumah Terdampak Longsor di Senduro

Di Dusun Krajan Gempong, RT 04 RW 01, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, sebuah rumah warga roboh setelah diterjang tanah longsor pada malam hari Kamis 1 Oktober 2026 pukul 23.00 WIB. Meskipun bangunan tidak lagi layak huni, dua orang dewasa dan seorang balita berhasil selamat.

Tim penilai yang dibentuk oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu Lumajang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Senduro, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kandangan, serta Kantor Layanan Lazismu Senduro tiba pada sore hari Senin 2 November 2026. Mereka melakukan pendataan kondisi keluarga, mengukur tingkat kerusakan, dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak pascabencana.

Rapat Koordinasi dan Penetapan Tiga Langkah

Pada Selasa 3 November 2026, rapat koordinasi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lumajang menghasilkan tiga program utama untuk penanganan keluarga terdampak.

Langkah pertama, dibentuk panitia khusus yang melibatkan PCM Senduro, PRM Kandangan, Kantor Layanan Lazismu Senduro, serta Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Senduro untuk mengawal proses rekonstruksi rumah secara terstruktur.

Langkah kedua, MDMC Lumajang akan menyusun laporan resmi kejadian longsor dan menyerahkannya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang sebagai bagian dari koordinasi penanggulangan bencana dengan pemerintah setempat.

Langkah ketiga, memperkuat gerakan solidaritas dengan menggalang Dana Kesiapsiagaan Bencana melalui Instruksi Nomor 382/INS/III.0/K/2026 yang dikeluarkan pada 3 November 2026. Seluruh PC Muhammadiyah, PRM, dan Takmir Masjid di Kabupaten Lumajang diminta mengumpulkan infak dari Salat Jumat pertama dan kedua November, dengan batas akhir pengumpulan pada 14 November 2026.

Hasil penghimpunan dana akan dikelola oleh Lazismu Lumajang, dicatat melalui hotline resmi, dan selanjutnya dilaporkan kembali kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana.

Dengan tiga langkah tersebut, Muhammadiyah Lumajang berharap tidak hanya dapat membangun kembali rumah yang hancur, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan komunitas menghadapi bencana serupa di masa depan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co