Perkuat Kaderisasi di Lingkungan Sekolah dan Pesantren, MPKSDI Launching Buku Pedoman Pengkaderan

 

Perkuat Kaderisasi di Lingkungan Sekolah dan Pesantren, MPKSDI Launching Buku Pedoman Pengkaderan

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto apresiasi peluncuran Buku Pedoman Perkaderan Sekolah, Madrasah, dan Pesantren Muhammadiyah.

Agenda yang diselenggarakan di Unismuh Makassar pada Jumat (6/2) ini merupakan hasil kerja sama antara Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, serta PP IPM.

“Ini tentu satu langkah yang patut kita apresiasi karena ini upaya untuk mensistematisasi pelatihan-pelatihan yang ada di lingkungan sekolah-sekolah Muhammadiyah, dan tentu juga madrasah, dan pesantren,” katanya.

Melalui adanya Buku Pedoman Perkaderan ini Agung berharap perkaderan di ribuan sekolah dan madrasah, serta ratusan pesantren Muhammadiyah dapat dijalankan sesuai dengan petunjuk dan teknis yang seirama.

Jika sudah demikian, tersendatnya usaha mengembangkan ranting, cabang, daerah, bahkan wilayah yang beralasan kekurangan kader tidak boleh ada lagi. Sebab institusi pendidikan Muhammadiyah adalah wadah kaderisasi yang subur.

Kaderisasi di institusi pendidikan Muhammadiyah tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik saja, melainkan juga guru dan tenaga kependidikan yang lain. Mereka harus menjadi kader yang ikut bersama-sama membesarkan persyarikatan.

“Kalau gurunya terabaikan ideologinya, dampak lebih lanjutnya murid-murid kita juga terabaikan. Berkali-kali hal seperti itu yang menyebabkan kenapa ada problem kader di berbagai tingkatan persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Pada sisi inilah kebutuhan buku pedoman mendesak untuk diadakan. Sehingga pengkaderan di sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak hanya dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Sementara itu, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kemudahan yang diberikan ke MPKSDI untuk membuat produk pedoman pengkaderan ini.

“Ini mungkin bukua pedoman yang ke-12 yang kami susun di MPKSDI, sengaja kami memprioritaskan untuk melengkapi yang kurang, apa yang perlu ada di kami,” ungkapnya.

Bachtiar menambahkan, pengkaderan di Muhammadiyah tidak hanya diselenggarakan di lingkungan institusi pendidikan, tapi menyeluruh di setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).

Meski saat ini sudah launching, tapi Buku Pedoman Pengkaderan ini masih membutuhkan masukan dalam implementasinya. Oleh karena itu, jika ingin memberi masukan supaya bisa disampaikan ke MPKSDI

Sumber berita:muhammadiyah.or.id