Surakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Karangasem, Bali, melalui pelaksanaan program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) guna meminimalkan risiko ancaman bencana geologi dan hidrometeorologi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan di Surakarta, Kamis, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas di tingkat tapak tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Kesiapsiagaan BNPB secara partisipatif sesuai dengan karakteristik wilayah.
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Karangasem Tahun 2025-2029, kawasan tersebut memiliki potensi risiko tinggi gempa bumi, erupsi Gunung Agung, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, hingga kekeringan.
"Keragaman potensi ancaman tersebut membutuhkan strategi pengurangan risiko bencana yang terstruktur hingga unit terkecil masyarakat," kata dia
Dia menjelaskan, melalui pendampingan DESTANA, warga didorong mengidentifikasi potensi bahaya, memetakan sumber daya lokal, serta menyusun skenario kesiapsiagaan prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana.
"Keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh kesiapan mandiri individu, keluarga, hingga struktur RT/RW dan kelurahan," cetusnya.
Hasil pemetaan risiko partisipatif yang telah disusun bersama warga selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan uji coba jalur evakuasi, sosialisasi berkala, serta simulasi kebencanaan rutin.
Latihan kebencanaan secara berkala diharapkan mampu membentuk daya tanggap dan ketangguhan komunal warga Karangasem dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
"Selain penguatan struktur RT/RW, pengkajian risiko bencana secara partisipatif, sistem peringatan dini inklusif, rencana evakuasi, hingga serta Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) juga diberikan," kata dia



