Al-Ma'un
Tapak Suci Luncurkan Kepengurusan Baru, Tekad Bina Pendekar Berakhlak di Era Modern

Tapak Suci Luncurkan Kepengurusan Baru, Tekad Bina Pendekar Berakhlak di Era Modern

Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) menggelar serangkaian acara pelantikan pengurus periode 2026–2031 bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Menjaga Akar Tradisi di Era Modern

Dengan tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”, Ketua Umum PP TSPM, Afnan Hadikusumo menegaskan bahwa proses modernisasi tidak boleh memutuskan ikatan dengan tradisi, nilai keislaman, serta identitas Muhammadiyah. Ia menambahkan bahwa kemajuan harus berlandaskan iman, akhlak, ilmu pengetahuan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

“Ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk semakin memperkuat persaudaraan, menjaga kehormatan perguruan, serta menghadirkan karya dan prestasi yang membanggakan,” ungkap Afnan.

Semangat “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah” menjadi landasan TSPM untuk terus melahirkan pendekar yang berakhlak mulia, patriot, berprestasi, dan siap mengabdi bagi Indonesia.

Tapak Suci tidak sekadar arena latihan bela diri; ia juga menjadi tempat pembentukan karakter, penguatan ikatan persaudaraan, dan pengabdian kepada bangsa.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, dr. Agus Taufiqurrahman, Kepala KSP Listiyo Sigit Prabowo, Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Edhy Prabowo, serta Rektor Universitas Ahmad Dahlan, Muchlas, M.T.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
PKU Palangkaraya Raih 100% Migrasi Data Anggota Digital, Dorong Transformasi Muhammadiyah

PKU Palangkaraya Raih 100% Migrasi Data Anggota Digital, Dorong Transformasi Muhammadiyah

Upaya digitalisasi organisasi Muhammadiyah semakin memperkuat tata kelola melalui platform ID, SatuMu, MASA, dan E‑KTAM, yang dirancang untuk menyatukan data anggota serta layanan secara terintegrasi.

Implementasi 100% Migrasi E‑KTAM di RS PKU Palangkaraya

Di Kalimantan Tengah, Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya berhasil menyelesaikan registrasi data seluruh staf medis dan karyawannya serta memindahkan informasi ke Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (E‑KTAM) dengan tingkat keberhasilan mencapai seratus persen.

Serah terima hasil migrasi dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober, ketika Kepala Sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Jaemi Wahyudi, menyerahkan dokumen tersebut kepada Direktur Utama RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Lia Indriana, yang didampingi Direktur Umum, Keuangan, dan Kemuhammadiyahan, Mulyono.

Lia Indriana menyatakan pencapaian ini tidak hanya menjadi kabar positif, namun juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta pimpinan tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting untuk berpartisipasi dalam ekosistem digital Muhammadiyah.

Ia mengajak seluruh anggota untuk melengkapi proses pendaftaran dan migrasi E‑KTAM melalui aplikasi MASA, sebagai bagian integral dari transformasi digital Persyarikatan.

“Semoga contoh dari RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya dapat diikuti oleh AUM dan unit lain, karena data anggota yang terkelola rapi merupakan fondasi penting dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah,” tegas Lia.

RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya menegaskan komitmen penuh dalam mendukung agenda digitalisasi. Dengan sistem pencatatan yang semakin terhubung, diharapkan organisasi dapat mengelola data keanggotaan lebih terstruktur, merancang program yang tepat sasaran, serta meningkatkan dakwah dan layanan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Pencapaian ini menyoroti pentingnya partisipasi semua elemen Persyarikatan dalam proses digitalisasi. Kolaborasi yang solid tidak hanya menyederhanakan administrasi, namun juga meningkatkan koordinasi, kualitas layanan, dan memperluas dampak positif Muhammadiyah di berbagai sektor.

Secara keseluruhan, keberhasilan migrasi data di Palangkaraya menjadi contoh konkret bagaimana digitalisasi dapat menjadi katalis bagi peningkatan efisiensi organisasi keagamaan, sekaligus memperkuat jaringan solidaritas antaranggota di era modern.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Inovasi Masjid At‑Tanwir Menggairahkan Pemuda di Jakarta

Inovasi Masjid At‑Tanwir Menggairahkan Pemuda di Jakarta

Masjid At‑Tanwir milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan program “Midnight Recharge” sebagai bagian dari inisiatif Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) yang dikemas secara modern. Acara pertama digelar pada Jumat, 30 Oktober, di kompleks masjid yang terletak di Jakarta Pusat.

Acara tersebut menarik ratusan peserta dari beragam latar belakang, dengan tujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga arena belajar dan silaturahmi lintas generasi.

Penilaian Pengurus

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, memuji inisiatif ini sebagai opsi positif bagi pemuda untuk memperdalam keimanan. “Daripada mereka menghabiskan waktu di jalan atau pusat perbelanjaan, lebih baik mereka meluangkan malam di masjid untuk menumbuhkan spiritualitas,” ujarnya.

Menurut Anwar, keberhasilan sebuah masjid tidak semata-mata diukur dari fasilitas fisiknya, melainkan dari keaktifan jamaah dan program-program yang memberi manfaat sosial kepada masyarakat.

Rangkaian Kegiatan

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa Midnight Recharge dirancang sebagai wadah penguatan rohani melalui shalat berjamaah, halaqah keislaman, qiyam al‑lail, muhasabah, serta kajian subuh. “Intinya ada silaturahmi, ibadah bersama seperti tahajud, muhasabah, dan subuh berjamaah,” tambahnya.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At‑Tanwir, Nur Achmad, berharap agenda ini dapat dijadikan tradisi setiap Jumat terakhir dalam sebulan. “Siapa lagi yang akan memakmurkan dan menghidupkan masjid kecuali kita, khususnya generasi muda,” katanya.

Aktivitas Tambahan

Sesi diakhiri dengan senam bersama dan sarapan pagi, memberi sentuhan kebersamaan yang ringan namun bermakna. Melalui MABIT dengan format Midnight Recharge, Masjid At‑Tanwir berupaya menciptakan pengalaman keagamaan yang relevan bagi pemuda sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
TK Aisyiyah IV Ahmad Yani Rayakan Milad ke-60 dengan Gerak Gesit, Senam, dan Lomba Literasi

TK Aisyiyah IV Ahmad Yani Rayakan Milad ke-60 dengan Gerak Gesit, Senam, dan Lomba Literasi

60 berdiri di Gedung Nyai Walidah, sekretariat PDA Kota Probolinggo, pada Ahad, 1 November 2026. Sekitar dua ratus orang hadir menyaksikan peluncuran jinggel "Gerak Gesit" serta serangkaian pertunjukan seni, pameran buku, dan kompetisi wali murid.

Upacara Pembuka dan Sambutan

Acara dimulai dengan bacaan Surah At‑Takasur oleh Rafisqi Zibran Batsya Prasetia, diikuti terjemahan yang dibacakan oleh Aksa Gibran Syailendra. Ketua Panitia, Vivi Suryaningsih, sekaligus wali murid kelompok B1, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang tua yang mendukung. Ia menegaskan pentingnya kerja sama panitia dalam menyukseskan perayaan.

Dra. Aya Sophia, Sekretaris PDA Kota Probolinggo, menambahkan harapan agar momen milad ini menjadi peluang meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan di TK Aisyiyah IV Ahmad Yani.

Peluncuran Jingles "Gerak Gesit" dan Pertunjukan Seni Anak

Jingles "Gerak Gesit"—singkatan dari Gerak Energik, Sehat, Islami, dan Tangguh—diciptakan oleh Rindiani Tri Sukmawati dan dipadukan dengan koreografi senam yang dirancang guru-guru TK. Persiapan selama hampir sebulan meliputi pemilihan anak‑anak yang membacakan ayat Al‑Qur’an serta menyiapkan tarian dan gerakan lagu.

Kelompok A1 menampilkan tarian "Umbul‑Umbul", sementara anak perempuan menari mengikuti irama "Du Bi Du". Kelompok A2 menampilkan gerakan lagu "Rukun Islam" untuk putra dan tarian "Zikir Anak" untuk putri. Kelompok B1 menampilkan "Tokecang dan Anak Kambing Saya", sedangkan B2 mempersembahkan tarian Nusantara. Penonton, terutama orang tua, sibuk mengabadikan momen lewat ponsel.

Kepala TK, Dian Kusuma Wardani, S.Pd., menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana menumbuhkan literasi, kreativitas, kesehatan, karakter, serta memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga.

Gerakan Literasi "Sabukku"

Di sudut gedung, dipajang koleksi buku hasil gerakan "Satu Anak Satu Buku" (Sabukku) yang telah berjalan sejak 2019. Hingga kini, murid TK Aisyiyah IV Ahmad Yani berhasil menghasilkan sekitar 250 judul buku cerita.

Pengumuman Pemenang Lomba Pramilad

  1. Lomba mendongeng: Lala Rosa Bela, ibunda Mochammad Alreyhandra Putra (kelompok B1).
  2. Lomba kostum daur ulang: Susianti, ibunda Khadijah Dinar Febrianti (kelompok B2).
  3. Lomba senam Gerak Gesit: kelompok B1.
  4. Lomba vlog edukasi TikTok: kelompok B1 dengan 1.757 suka.

Evi Agustini, wali murid kelompok B2, menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kehadiran dan mengharapkan setiap usaha menjadi amal jariyah. Koordinator Penilik PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Nurul Jannah, S.Pd., M.M., menutup acara dengan pesan singkat: "Teruslah berkarya, bertumbuh, dan menginspirasi." Doa penutup dipimpin oleh Indah Nurhidayati dari PDA Kota Probolinggo.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
Rihlah PCA Candi Telusuri Jejak Muhammadiyah di Museum, Makam KH Ahmad Dahlan, dan Lava Tour Merapi

Rihlah PCA Candi Telusuri Jejak Muhammadiyah di Museum, Makam KH Ahmad Dahlan, dan Lava Tour Merapi

Sabtu, 31 Oktober 2026, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Candi, Sidoarjo, menggelar kegiatan rihlah yang melibatkan 48 anggotanya. Rangkaian perjalanan dimulai di Museum Muhammadiyah, Bantul, dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, serta penutup dengan lava tour di lereng Merapi.

Menelusuri Sejarah di Museum Muhammadiyah

Para peserta membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 untuk menelusuri delapan zona tematik yang tersebar dalam empat lantai gedung museum. Setiap zona menyajikan narasi berbeda, mulai dari persiapan awal pengunjung, peran literasi, kelahiran gerakan Muhammadiyah, hingga kontribusi organisasi otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IPM, IMM, dan Hizbul Wathan. Zona terakhir menampilkan jaringan luas Muhammadiyah hingga ke mancanegara serta program penanggulangan bencana melalui Muhammadiyah Disaster Management Center.

Sejak resmi dibuka pada 14 November 2022, museum ini berfungsi sebagai arsip visual dan edukatif yang mengajak pengunjung memahami nilai‑nilai perjuangan para pendahulu serta menginspirasi partisipasi generasi mendatang.

Anis Kurniawati, A.Kom., M.Pd., selaku Ketua Majelis Kader PCA Candi, menyatakan rasa syukur dapat membimbing anggota dalam menapaki jejak sejarah tersebut, sekaligus merasakan semangat perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan

Setelah menapaki museum, rombongan beranjak ke kompleks pemakaman KH Ahmad Dahlan di Karangkajen, Yogyakarta. Di sana, mereka mempersembahkan doa untuk para pendahulu dan mengamati kesederhanaan makam sang pendiri Muhammadiyah. Anis mengungkapkan keinginan semula untuk juga mengunjungi makam Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah), pendiri Aisyiyah, namun keterbatasan waktu menghalangi rencana tersebut.

Eksplorasi Jejak Erupsi Merapi

Penutup rihlah berlangsung di kawasan Kaliurang, lereng Gunung Merapi, dengan mengikuti lava tour menggunakan jip wisata. Selama perjalanan, peserta menyaksikan sisa‑sisa material vulkanik dan bekas kerusakan akibat letusan 2010, sekaligus merenungkan kebesaran Sang Pencipta melalui fenomena alam yang dahsyat.

Rangkaian kegiatan ini menggabungkan pelajaran sejarah, penghormatan spiritual, dan edukasi geologi, menegaskan komitmen PCA Candi dalam menghidupkan kembali warisan budaya dan keagamaan bagi anggotanya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
Untuk Seluruh Bangsa, Bukan Sekadar Organisasi

Untuk Seluruh Bangsa, Bukan Sekadar Organisasi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan bahwa setiap pencapaian yang diraih organisasi harus menjadi milik seluruh rakyat Indonesia, khususnya mereka yang paling membutuhkan.

Pidato pada Peresmian RS Islam Aisyiyah Malang

Penyampaian tersebut dilakukan pada Ahad, 1 November, saat peresmian gedung Rumah Sakit Islam Aisyiyah di Kota Malang.

“Pedulilah terhadap yang di bawahnya. Pedulilah terhadap kanan‑kiri. Bahkan bukan hanya milik Muhammadiyah, juga milik masyarakat secara keseluruhan,” ujar Haedar Nashir dalam sambutan.

Ia menegaskan bahwa kemajuan yang diperoleh tidak boleh bersifat eksklusif. “Jika masyarakat tertinggal, itu menjadi beban berat bagi Muhammadiyah, karena kemajuan seharusnya menjadi kepemilikan bersama,” tambahnya.

Haedar menyoroti pentingnya semangat gotong‑royong dalam keragaman bangsa Indonesia. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan energi kolektif yang melibatkan semua pihak.

“Muhammadiyah hadir untuk menyebarkan gagasan‑gagasan dan langkah‑langkah kemajuan agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses memajukan bukan hal yang mudah dan memerlukan waktu serta semangat yang terus menyala.

Dalam pandangannya, nilai‑nilai Islam menjadi landasan kuat bagi semangat maju. Salah satu contoh yang ia berikan ialah pelaksanaan salat Subuh dan empat salat wajib lainnya, yang bila dijalankan secara konsisten dapat meningkatkan kualitas hidup umat.

“Ekosistem yang dibangun lewat kewajiban salat dapat menumbuhkan daya hidup tinggi bagi bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim,” katanya.

Haedar merangkum empat pilar utama yang harus dipegang untuk memajukan Muhammadiyah dan Indonesia: keikhlasan, amanah, semangat beramal, serta tolong‑menolong atau berta’awun.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Jejak Pertemuan Soekarno dan Kiai Ahmad Dahlan di Rumah HOS Cokroaminoto Surabaya

Jejak Pertemuan Soekarno dan Kiai Ahmad Dahlan di Rumah HOS Cokroaminoto Surabaya

Dalam rangka memperingati Milad ke‑114 Muhammadiyah, acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukolilo, Surabaya, dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, yang kemudian mengulas hubungan historis antara Presiden Soekarno dan Kiai Ahmad Dahlan.

Kisah Pertemuan di Kediaman HOS Cokroaminoto

Menurut Muhadjir, pertama kalinya Soekarno bertemu Kiai Dahlan terjadi di Surabaya, tepatnya di rumah HOS Cokroaminoto. Kiai Dahlan kerap berkunjung ke rumah Cokro setiap kali ada agenda penting di kota itu, sekaligus menyampaikan pemikirannya tentang Islam yang diyakininya.

Di tempat yang sama, pula sosok‑sosok muda seperti Semaun dan Kartosuwiryo pernah hadir, yang kelak menjadi tokoh berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

“Surabaya bukan sekadar kota pahlawan; ia juga menjadi sumber inspirasi politik bagi para pemikir zaman itu,” ujar Muhadjir.

Implikasi Bagi Muhammadiyah Surabaya

Muadjir menekankan bahwa warisan semangat para pendiri harus terus digali oleh anggota Muhammadiyah di Surabaya, termasuk organisasi Aisyiyah. Menurutnya, inti dari perjuangan tersebut terletak pada pemahaman Islam yang progresif, sebagaimana yang diajarkan Kiai Dahlan.

Ia menambahkan, kebiasaan khas warga Muhammadiyah ialah bangun pada waktu subuh, menyesuaikan diri dengan panggilan fajar. “Kami biasanya bangun saat fajar menyingsing; sebelum itu tempat tidur masih menjadi tempat istirahat,” katanya.

Untuk memperdalam keislaman, Muhadjir menyarankan agar kader Muhammadiyah tidak hanya bangun pada subuh, melainkan juga melaksanakan shalat tahajud sebelum waktu fajar tiba.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Delapan Atlet Wushu Sekolah Kreatif Borong 20 Medali di Piala Gubernur Jatim - TAGAR.CO

Delapan Atlet Wushu Sekolah Kreatif Borong 20 Medali di Piala Gubernur Jatim - TAGAR.CO

Quinzafira Ariella Puspita Bening (tengah) salah satu siswa Sekolah Kreatif Baratajaya medali emas dalam Kejuaraan Wushu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di GOR ABI SAAD UNIPDU Jombang, Ahad (1/11/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Delapan atlet wushu Sekolah Kreatif Baratajaya meraih total 20 medali di Piala Gubernur Jatim 2026. Mereka membawa pulang 11 emas, lima perak, dan empat perunggu.

Tagar.co – Delapan atlet wushu Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya membawa pulang 20 medali dari Kejuaraan Wushu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Gelora Abi As’ad, kompleks Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Ahad (1/11/2026).

Raihan tersebut terdiri atas 11 medali emas, lima perak, dan empat perunggu. Sorak dukungan serta tepuk tangan mengiringi penampilan para atlet dalam berbagai nomor pertandingan.

Humas Sekolah Kreatif Agus Mulyadi, M.Pd., mengatakan, kedelapan atlet telah tiba di Jombang sejak Jumat (30/10/2026). Hari pertama dimanfaatkan untuk mengenali arena sebelum bertanding pada Sabtu dan Ahad.

“Setelah hari pertama menjalani uji coba lapangan, dua hari berikutnya mereka tampil dengan sangat baik di gelanggang,” ungkapnya.

Keikutsertaan para atlet merupakan hasil pembinaan Sekolah Kreatif bersama Sasana Wushu Lima Naga Kreatif di bawah koordinasi Ustaz Taufiq, S.Sos.I., selaku koordinator sekaligus pembina sasana.

Kompetisi di Jombang juga melanjutkan pengalaman bertanding mereka setelah mengikuti kejuaraan wushu di Kota Kediri beberapa pekan sebelumnya.

Rincian Perolehan 20 Medali

Kedelapan atlet berasal dari kelas II, IV, dan VI. Berikut rincian medali beserta nomor pertandingan yang mereka ikuti.

  1. Quinzafira Ariella Puspita Bening, kelas IV: dua medali emas dari Dao Shu C dan Gun Shu C.
  2. Violina Sakhiyya, kelas VI: empat medali emas dari Nan Quan B, Baji Quan C, Pu Dao C, dan Single Short Weapon C.
  3. Falisha Naifah, kelas VI: empat medali emas dari Chang Quan B, Dao Shu B, Gun Shu B, dan XingYi Quan C.
  4. Gelsey Azalea Gandi, kelas VI: satu medali emas dari Guang Dong Quan dan satu perak dari Pu Dao.
  5. Shalahudin Maliki Shinohara Wardhana, kelas VI: satu medali perak dari Chuji Nan Quan C dan satu perunggu dari Chuji Nan Gun C.
  6. Adeeva Afseen Myesha Darmanto, kelas II: dua medali perunggu dari Wu Bu Quan D dan Other Empty Hand.
  7. Adzkia Mecca Kusuma Prabowo, kelas II: satu medali perak dari Wu Bu Quan D.
  8. Alyshadreena Shaquinna Fahira, kelas II: dua medali perak dari Wu Bu Quan D dan Other Empty Hand serta satu perunggu dari Chuji Nan Quan D.

Bening mengaku senang dapat meraih dua emas dari dua jurus yang berbeda.

“Alhamdulillah, aku sangat senang. Akhirnya aku dapat dua emas dari dua jurus yang berbeda, Dao Shu C dan Gun Shu C,” ucapnya dengan semangat.

Dukungan Pembina dan Sekolah

Pembina Sasana Wushu Lima Naga Kreatif Taufiq mengaku tegang menyaksikan anak asuhnya bertanding. Namun, ia bersyukur seluruh atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaik.

“Juara tidak menjadi target utama, tetapi hasil dari para atlet alhamdulillah sangat memuaskan. Usaha mereka tidak mengkhianati hasil,” tuturnya.

Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Sekolah Kreatif untuk terus mengembangkan potensi siswa melalui pembinaan olahraga dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya saat menyambut kedatangan para atlet di sekolah, Senin (2/11/2026) pukul 07.00 WIB.

“Alhamdulillah, selamat atas prestasi yang kalian capai. Saya sangat bangga atas kegigihan kalian dalam berlatih. Semoga kalian terus berlatih untuk memperoleh prestasi yang lebih tinggi,” pesannya. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni

22

Foto Tagar


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
33 di Surabaya: Menelusuri Warisan KH Mas Mansur dan Agenda Kedaulatan Pangan

33 di Surabaya: Menelusuri Warisan KH Mas Mansur dan Agenda Kedaulatan Pangan

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-33 di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada 5–7 November 2026. Acara ini mempertemukan para ulama Tarjih dari Sabang sampai Merauke untuk membahas lima rangka materi utama.

Agenda Munas Tarjih ke-33

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid, Ustadi Hamzah, menyampaikan rincian agenda dalam konferensi pers yang digelar di Yogyakarta pada Senin, 2 November. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar serta Ketua Panitia Munas Ghoffar Ismail turut hadir.

Kelima topik yang akan diulas meliputi Risalah Akidah Islam, Risalah Akhlak Islam Praktis, Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, serta Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) khususnya pada bacaan tatswib. Setiap materi akan dibahas oleh komisi-komisi yang diisi oleh para ulama sesuai bidang keahliannya.

Seminar Nasional Pendamping

Sebagai bagian dari rangkaian Munas, akan diadakan dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat tema “Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam: Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa” dan menghadirkan Ismatul Hidayah, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur, bersama Mohammad Soehadha dari Majelis Tarjih dan Tajdid, serta Elfi Anis Sa’ati dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Seminar kedua berjudul “Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah: Warisan KH Mas Mansur sampai Problem Kebangsaan Masa Kini”. Pembicara meliputi Ahmad Jaenuri dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ustadi Hamzah, dan Ridho Al‑Hamdi, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah.

Menghormati KH Mas Mansur

Surabaya dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki kaitan historis dengan perjalanan Tarjih Muhammadiyah. Kota ini menjadi saksi jejak pemikiran serta perjuangan KH Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah kelahiran Surabaya yang juga merupakan anggota Empat Serangkai.

“Mas Mansur merupakan pionir ijtihad kolektif sekaligus ketua pertama Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujar Ustadi Hamzah.

Ia menambahkan, kontribusi KH Mas Mansur tidak hanya membangun fondasi pemikiran Tarjih, melainkan juga menanamkan semangat kebangsaan yang relevan hingga kini.

Sebagai bentuk penghormatan, panitia akan memberikan penghargaan kepada keluarga almarhum serta menyelenggarakan “Muhammadiyah Heritage Walk” yang meliputi kunjungan ke rumah, masjid, dan makam KH Mas Mansur.

Luncuran Chat HPT

33 ini, Majelis Tarjih dan Tajdid meluncurkan layanan digital Chat HPT. Platform tersebut dirancang untuk mempermudah pencarian putusan Tarjih Muhammadiyah dalam bidang ibadah, akidah, akhlak, hingga muamalah duniawi.

“Satu kanal digital untuk menemukan apa pun putusan Muhammadiyah di bidang apa pun,” jelas Ustadi.

Setelah peluncuran, Chat HPT akan diintegrasikan ke dalam Super App Muhammadiyah MASA, yang tersedia di Play Store dan App Store.

Ustadi menegaskan bahwa layanan ini hanya memuat putusan resmi Muhammadiyah; tema di luar ruang lingkup Tarjih belum termasuk.

Ia berharap Heritage Walk dapat menjadi jembatan antara perjuangan KH Mas Mansur satu abad lalu dengan tantangan masyarakat modern.

“Muhammadiyah Heritage Walk menjadi media untuk mengingat jasa‑jasa dan perjuangan Kiai Haji Mas Mansur,” pungkasnya.

Dengan agenda yang menggabungkan kajian teologis, isu pangan, dan inovasi digital, Munas Tarjih ke-33 diharapkan dapat memperkuat peran Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman sekaligus menghidupkan kembali semangat KH Mas Mansur.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id