Native Speaker Ceko Bimbing Siswa Musasi di Batu: Praktik Bahasa Inggris dan Pertukaran Budaya - Al-Ma'un

Native Speaker Ceko Bimbing Siswa Musasi di Batu: Praktik Bahasa Inggris dan Pertukaran Budaya

Selama dua hari, siswa kelas IX Internasional SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo berkesempatan belajar langsung dengan native speaker asal Republik Ceko di Vila Swarga, Batu, pada 14‑15 September 2026.

English Camp: Menggabungkan Belajar dan Budaya

Acara yang dinamakan English Camp ini dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Pengarah Program Kelas Peminatan, Edy Prawoto, SAg., MPd. Ia menegaskan tujuan utama pelatihan: meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa melalui praktik yang nyata.

"Tujuan dari pelatihan ini adalah nantinya kalian dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris," ujar Edy.

Teman Belajar Baru

Setelah sambutan resmi, suasana menjadi hidup ketika para siswa diperkenalkan kepada kelompok native speaker Ceko. Interaksi langsung memungkinkan mereka mempraktikkan percakapan bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari serta berbagi cerita tentang kebudayaan masing‑masing.

Kegiatan malam diakhiri dengan barbecue bersama, memperkuat ikatan antar peserta.

Mengenal Budaya Ceko

Hari kedua dimulai dengan sholat Subuh berjamaah, diikuti senam ringan dan jalan‑jalan keliling vila. Udara sejuk Kota Batu tidak mengurangi semangat siswa yang tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Eksya Aditya, mahasiswa Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kerja sama Culture Exchange antara Palacký University (Republik Ceko) dan UTM. Selama empat tahun terakhir, ia telah mendampingi kelompok native speaker dalam kunjungan ke sekolah Musasi.

Ia mencatat beberapa tantangan, termasuk menyesuaikan pola makan para mahasiswa Ceko yang terbiasa dengan menu berbeda dan memiliki alergi khusus.

Belajar dari Perbedaan

Eksya menyoroti gaya komunikasi mahasiswa Ceko yang cenderung langsung dan to the point, kontras dengan kebiasaan orang Jawa yang lebih bersifat santun. Pendekatan ini memberi pengalaman baru bagi mahasiswa UTM dalam melayani tamu internasional.

Setelah sarapan, siswa bermain permainan tradisional Indonesia seperti cublak suwung, kelereng, dan ular tangga, sambil terus menggunakan bahasa Inggris.

Salah satu mahasiswa Ceko menyampaikan kepuasannya atas sambutan hangat yang diterima di SMP Musasi, serta memuji kosakata bahasa Inggris siswa yang cukup luas, memungkinkan komunikasi berjalan lancar.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co