Al-Ma'un: Kepemimpinan
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Menggugah Kebiasaan Qur'ani: Upaya Membentuk Muslim Progresif di PP Muhammadiyah Yogyakarta

Menggugah Kebiasaan Qur'ani: Upaya Membentuk Muslim Progresif di PP Muhammadiyah Yogyakarta

Dalam rangka menanamkan nilai‑nilai Al‑Qur’an sebagai landasan perilaku, PP Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Pengajian Bulanan Karyawan Pimpinan Pusat dengan tema “Qur’an Habit, Menjadi Muslim Berkemajuan” pada Rabu, 9 September.

Memahami Qur’an Habit

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah DIY, Syahdara Anisa Makruf, menekankan bahwa membentuk kebiasaan yang berakar pada ajaran Qur’an memerlukan konsistensi dan kesadaran. Kebiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas membaca, melainkan penerapan nilai‑nilai suci dalam aktivitas harian.

Disiplin Waktu Melalui Salat

Menurut Anisa, menegakkan salat lima waktu tepat pada waktunya menjadi latihan pertama yang menumbuhkan rasa menghargai waktu. Kebiasaan ini, ia kaitkan dengan ajaran Surah Al‑‘Asr yang menekankan pentingnya memanfaatkan setiap detik untuk amal saleh.

“Di keluarga kami, pondasi utama bukan hanya kecerdasan akademik, melainkan ketepatan melaksanakan salat lima waktu,” ujarnya.

Mengelola Emosi lewat Pemahaman Qur’an

Selain melaksanakan salat, membaca Al‑Qur’an disertai tafsir menjadi sarana menenangkan hati dan mengasah kemampuan mengendalikan emosi. Anisa menegaskan bahwa ketenangan batin membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak.

Integritas dan Loyalitas dalam Persyarikatan

serta loyalitas kepada Muhammadiyah dianggap habit wajib bagi setiap anggota. Loyalitas, kata Anisa, lebih dari sekadar partisipasi aktif; ia mencakup penjagaan amanah dan nilai‑nilai organisasi.

Budaya Asertif Sesuai Ajaran Al‑Qur’an

Budaya asertif, yakni kemampuan menyampaikan pendapat atau batasan secara tegas tanpa menyakiti orang lain, selaras dengan Surah Al‑Baqarah ayat 83 yang menyerukan tutur kata baik antar sesama.

Dalam konteks kerja, setiap individu diharapkan memahami batasan tugasnya, menyampaikan keberatan secara konstruktif, dan tetap menghormati rekan kerja.

Refleksi Diri Sebagai Kebiasaan Berkualitas

Refleksi diri menjadi langkah lanjutan setelah memahami nilai Qur’an. Dengan menilai kembali tindakan pribadi, seseorang dapat mengidentifikasi kekurangan dan merancang perbaikan berkelanjutan.

Keseluruhan upaya Qur’an habit ini bertujuan menjadikan nilai‑nilai Al‑Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi hidup dalam setiap tindakan—dari disiplin waktu, pengelolaan emosi, integritas, asertif, hingga introspeksi diri.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id