Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penggunaan es kering dalam upaya modifikasi cuaca tidak bertujuan memadamkan titik api kebakaran hutan, melainkan untuk mengurai kabut asap yang tebal sehingga jarak pandang membaik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa penanganan utama kebakaran tetap mengandalkan tim satgas darat yang bergerak langsung ke sumber api.
Strategi Penyemaian Dry Ice di Ketinggian
Dry ice disemai pada ketinggian antara 5.000 hingga 7.000 kaki di bawah lapisan asap. Pada tingkatan tersebut, bahan beku akan menurunkan suhu dan memecah partikel-partikel pekat, memungkinkan sinar matahari menembus ke tanah serta mendorong asap naik ke atmosfer.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan jarak pandang untuk penerbangan, tetapi juga mengurangi paparan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.
Integrasi dengan Taktik Udara Lain
Menurut Berton, penyemaian dry ice merupakan bagian dari rangkaian taktik udara yang dapat dipadukan dengan penyebaran natrium klorida (NaCl) atau garam bila terbentuk bibit awan yang potensial, sehingga meningkatkan efektivitas pengeboman air.
Lokasi dan Kuantitas Operasi
Saat ini, dua provinsi menjadi fokus penyemaian: Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat total 13 sortie, dengan enam sortie di Sumatera Selatan dan tujuh di Kalimantan Tengah.
Di Kalimantan Tengah, sembilan sortie menurunkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam. Sementara di Sumatera Selatan, enam sortie menyebarkan 4.000 kilogram dry ice dan 800 kilogram NaCl di area sekitar Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir.
Hasil Awal yang Menjanjikan
Pengamatan sementara menunjukkan penurunan konsentrasi PM serta peningkatan jarak pandang dari 300 meter pada pukul 09.00 WIB menjadi 2.800 meter pada sore hari di Sumatera Selatan.
"Jadi dry ice yang kita buat saat ini adalah untuk mengurangi visibility yang rendah tersebut," tegas Berton Panjaitan.