Kader IPM Bawean Terlambat Pulang Akibat Cuaca, Menghabiskan Seminggu di Gresik - Al-Ma'un

Kader IPM Bawean Terlambat Pulang Akibat Cuaca, Menghabiskan Seminggu di Gresik

Dua siswa SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, Diana Bahtreza (kelas XI Akuntansi) dan Putri Kaysatus Safaqah, yang akrab dipanggil Kaysa (kelas X Akuntansi), berangkat ke Gresik untuk mengikuti Musyawarah Daerah (Musyda) ke‑23 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Gresik.

Di sana mereka berpartisipasi dalam rangkaian rapat, diskusi gerakan pelajar, serta pertemuan dengan kader IPM dari berbagai wilayah selama tanggal 11–13 September 2026.

Pelayaran Tertunda Karena Cuaca Buruk

Setelah acara usai, rencana pulang ke Pulau Bawean terganggu karena kondisi cuaca laut yang tidak bersahabat, sehingga kapal penyeberangan tidak dapat berlayar.

Akibatnya, Diana dan Kaysa harus menunggu sekitar satu minggu di Gresik hingga jadwal pelayaran kembali tersedia.

Diana mengaku sempat merasa sedih karena rindu sekolah dan rumah, namun memanfaatkan waktu tersebut untuk merenung dan mematangkan pelajaran yang didapat di Musyda. Kaysa menambahkan, “Justru kami jadi punya waktu lebih untuk bersilaturahmi dengan kakak‑kakak IPM Gresik.”

Pengalaman Organisasi yang Didapat

Selama penantian, kedua kader mengumpulkan pengetahuan tentang dinamika sidang organisasi, strategi gerakan pelajar, dan jaringan antar‑kader yang nantinya akan mereka aplikasikan kembali di SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura.

Akhirnya, pada Jumat, 18 September 2026, mereka berhasil kembali ke Bawean bersama kapal yang berlayar kembali, membawa pulang pengalaman berharga selain materi Musyda.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co