Pengelola Pangkalan Udara Kadena di Okinawa mengumumkan bahwa semua kendaraan bermerek BYD dilarang memasuki area militer tersebut karena dianggap menimbulkan ancaman keamanan.
Latar Belakang Keputusan
Berita yang disiarkan oleh Carscoops pada Jumat, 23 Oktober, menyebutkan bahwa mulai Senin ini, mobil, taksi, van pengiriman, serta kendaraan kontraktor berlogo BYD tidak diperkenankan melintasi gerbang Kadena, sebuah pangkalan Amerika Serikat yang terletak sekitar 1.609 kilometer barat daya Tokyo.
Petugas keamanan pangkalan telah diberi instruksi tegas untuk menolak semua jenis kendaraan BYD, tanpa pengecualian.
Letnan Kolonel Alli Stormer, perwakilan pangkalan Kadena, menegaskan bahwa kendaraan tersebut menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat diatasi oleh personel maupun misi operasional mereka.
Walaupun alasan spesifik tidak diungkapkan, sejumlah laporan mengindikasikan bahwa kamera dan sensor yang terpasang pada mobil BYD berpotensi merekam data sensitif militer di dalam kompleks pangkalan.
Dampak Lebih Luas bagi BYD dan Produsen China
BYD telah masuk dalam daftar perusahaan yang, menurut Pentagon, memberikan dukungan kepada militer Tiongkok. Hal ini menambah tekanan pada produsen otomotif China yang kini harus menghadapi tarif tinggi serta kebijakan pembatasan lain di pasar Amerika Serikat.
Sejumlah anggota Kongres AS juga tengah berupaya mengesahkan undang‑undang yang akan melarang secara permanen penjualan kendaraan buatan China di wilayah Amerika.
AS tampaknya menjadi satu‑satunya negara yang secara eksplisit mengkhawatirkan potensi pengintaian militer melalui kendaraan modern asal luar negeri. Sebagai perbandingan, pada tahun 2021 pemerintah China pernah melarang kendaraan Tesla memasuki beberapa lokasi pemerintahan, namun larangan itu dicabut pada 2024 setelah Tesla memenuhi persyaratan keamanan data setempat.