Al-Ma'un
Kejadian Kriminal dan Penanggulangan Abu Vulkanik di Jakarta Pusat: Penangkapan Jambret WNA hingga Korsleting Gardu Listrik

Kejadian Kriminal dan Penanggulangan Abu Vulkanik di Jakarta Pusat: Penangkapan Jambret WNA hingga Korsleting Gardu Listrik

Beragam insiden kriminal serta masalah keamanan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Senin 7 September menjadi sorotan, meliputi penangkapan perampok asing asal India hingga munculnya asap hitam di Pasar Baru yang dipicu korsleting listrik.

Penangkapan Jambret Warga Asing India di Menteng

Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Menteng berhasil menangkap pelaku perampokan terhadap seorang warga negara India di Jalan Gondangdia, Menteng, kurang dari 24 jam setelah kejadian pada 4 September 2026. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Sang Ngurah Wiratama, menjelaskan bahwa tim mengidentifikasi tersangka melalui pemeriksaan lokasi dan analisis rekaman CCTV yang dipadankan dengan data pengenalan wajah milik kepolisian.

Pencarian Rekan Pelaku Penjambretan WNA India

Setelah penangkapan pertama, polisi terus memburu rekan pelaku yang diduga berperan dalam perampokan tersebut. Menurut AKBP Sang Ngurah Wiratama, tersangka lain diduga mengambil ponsel korban, sementara rekannya mengendarai sepeda motor saat aksi berlangsung. Upaya penangkapan masih berlangsung.

Pembagian Masker untuk Pengemudi Ojek Online di Tengah Abu Vulkanik

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyalurkan 20.000 masker kepada pengemudi ojek online di tiga lokasi strategis: Mall Gandaria City, Stasiun Kebayoran Lama, dan stasiun MRT Blok M. Kombes Pol Firman Darmansyah menyatakan pembagian ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Metro Jaya untuk melindungi tenaga transportasi dari dampak abu vulkanik.

Distribusi Masker di Kebayoran Baru untuk Menghadapi Debu Vulkanik

Polsek Metro Kebayoran Baru juga memberikan masker kepada warga yang melintas di sekitar markas pada Senin 7 September, sebagai langkah preventif terhadap potensi iritasi pernapasan akibat debu vulkanik. Kompol Sami Waskita Wiyata menegaskan bahwa pembagian masker merupakan bagian dari layanan kepolisian kepada masyarakat.

Asap Hitam di Pasar Baru Dikonfirmasi Akibat Korsleting Gardu Listrik

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Egy Irwansyah, memastikan bahwa asap hitam yang sempat viral di media sosial dan menimbulkan kepanikan di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, berasal dari korsleting pada gardu listrik. Ia menambahkan bahwa tim PLN telah memperbaiki kerusakan tersebut sehingga tidak ada lagi asap di lokasi.

Berbagai insiden tersebut menunjukkan respons cepat aparat kepolisian dan pihak terkait dalam menangani situasi darurat, baik yang berkaitan dengan kejahatan maupun ancaman lingkungan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Dampak Asap Karhutla pada Satwa Liar Kalimantan

Dampak Asap Karhutla pada Satwa Liar Kalimantan

Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna tewas setelah terjangkit gangguan pernapasan yang dipicu oleh kebakaran hutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sempurna ditemukan tergeletak lemah di dalam parit kering, tak mampu berdiri. Tim BKSDA bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera mengevakuasinya, memberikan terapi oksigen dan cairan intravena.

Meski mendapat perawatan, kondisi Sempurna semakin memburuk dan dinyatakan meninggal pada hari yang sama. Pemeriksaan necropsi pada 1 September mengungkap adanya perubahan patologis pada paru‑paru, jantung, dan ginjal. Paru-paru menunjukkan kongesti serta atelektasis parsial, yang diduga berhubungan dengan paparan asap tebal yang menyebabkan hipoksia akut.

Dampak Asap Terhadap Kesehatan Orangutan

Kematian Sempurna menegaskan bahwa ancaman kebakaran hutan tidak selalu tampak sebagai luka bakar. Paparan asap dapat merusak jaringan pernapasan, menurunkan kadar oksigen dalam darah, dan memperparah kondisi organ vital.

Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, asap dari kebakaran sekitar pernah menurunkan kualitas udara, memaksa tim rehabilitasi memantau kesehatan satwa secara intensif meski belum tercatat kasus infeksi pernapasan akut.

Hilangnya Habitat dan Potensi Konflik Manusia

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) sangat bergantung pada hutan lebat untuk makanan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan. Kebakaran yang meluas tak hanya menghilangkan pohon, melainkan juga sumber buah, daun, dan bagian tumbuhan lain yang menjadi makanan mereka.

Ketika sumber makanan menghilang, orangutan terpaksa menempuh jarak lebih jauh, sering kali memasuki perkebunan kelapa sawit atau wilayah pemukiman. Keberadaan mereka di area manusia dapat memicu konflik, meski motivasinya biasanya sekadar mencari pangan atau tempat aman.

Upaya Konservasi di Tengah Ancaman Berulang

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) mencatat bahwa kebakaran di kawasan Mawas, Kalimantan Tengah, telah menghanguskan lebih dari 43 hektar hutan rawa gambut pada Agustus 2026. Secara nasional, Kementerian Kehutanan melaporkan 946 hotspot berkepercayaan tinggi hingga 30 Agustus 2026, dengan 455 titik di Kalimantan Barat dan 308 titik di Kalimantan Tengah.

Penanganan darurat seperti evakuasi dan rehabilitasi tetap penting, tetapi pencegahan kebakaran serta perlindungan dan pemulihan habitat menjadi langkah yang lebih fundamental untuk menjamin kelangsungan hidup orangutan.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Walaupun Sempurna telah tiada, upaya penyelamatan terhadap orangutan lain yang terdampak kebakaran terus berlangsung. Tim konservasi di Kalimantan Barat dan Tengah secara rutin memantau kualitas udara serta mengevakuasi satwa yang terjebak.

Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kemampuan manusia untuk melindungi sisa hutan, memulihkan lahan gambut yang rusak, dan mengendalikan penyebab kebakaran. Tanpa hutan yang aman, tidak ada ruang bagi orangutan untuk bertahan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Dampak Karhutla pada Orangutan Kalimantan: Tragedi Sempurna dan Tantangan Konservasi

Dampak Karhutla pada Orangutan Kalimantan: Tragedi Sempurna dan Tantangan Konservasi

Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna ditemukan dalam kondisi lemah dan mengalami gangguan napas di sebuah perkebunan kelapa sawit di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan evakuasi, memberikan terapi oksigen serta cairan rehidrasi sebelum memindahkannya ke pusat rehabilitasi YIARI. Sayangnya, kesehatan Sempurna terus menurun dan ia dinyatakan meninggal pada hari yang sama.

Hasil Nekropsi Mengungkap Penyebab Kematian

Pemeriksaan post‑mortem yang dilakukan pada 1 September mengidentifikasi kerusakan pada paru‑paru, jantung, dan ginjal. Pada jaringan paru terdeteksi perubahan yang diduga diakibatkan oleh paparan asap kebakaran, menyebabkan hipoksia akut. Kerusakan pernapasan tersebut diperkirakan mengganggu fungsi kardiovaskular, yang pada akhirnya berkontribusi pada kematian sang orangutan.

Karhutla: Ancaman Lebih Dari Sekadar Api

Kasus Sempurna menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas manusia, melainkan juga menimbulkan risiko langsung bagi satwa liar. Bagi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang sangat bergantung pada hutan sebagai sumber makanan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan, kebakaran dapat menghilangkan habitat, memutuskan koridor migrasi, dan memaksa mereka mencari tempat baru di luar hutan.

Ketika vegetasi terbakar, sumber makanan hilang dan jalur aman terputus, sehingga orangutan dapat muncul di perkebunan, lahan pertanian, atau bahkan area pemukiman untuk bertahan hidup. Kondisi ini meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa.

Kasus Serupa di Kalimantan Lainnya

Pada Agustus 2026, tim BKSDA Kalimantan Barat juga mengevakuasi orangutan lain di Ketapang setelah kebakaran mengancam area perkebunan warga. Sebelumnya, seekor betina bernama Mama Yuni beserta dua anaknya harus dipindahkan karena habitat mereka terpotong oleh api. Di Kalimantan Timur, pada 1 September 2026, BKSDA bersama Yayasan Jejak Pulang mengevakuasi sebelas orangutan dari kawasan hutan pendidikan Samboja yang terancam asap kebakaran. Berbeda dengan Sempurna yang sudah kritis, semua individu tersebut dinyatakan sehat setelah pemeriksaan.

Pentingnya Penanganan Cepat dan Pelaporan Masyarakat

Pengalaman Sempurna menyoroti bahwa selain memadamkan api, tim penyelamat harus memperhatikan kondisi kesehatan satwa yang terpapar asap, dehidrasi, dan stres. Laporan warga menjadi faktor kunci dalam mengidentifikasi hewan yang membutuhkan intervensi segera.

Upaya Konservasi yang Lebih Menyeluruh

Kisah Sempurna mengingatkan bahwa melindungi orangutan tidak dapat dipisahkan dari upaya melestarikan hutan asal mereka. Pencegahan kebakaran, pengelolaan lahan secara berkelanjutan, serta restorasi koridor hutan menjadi langkah esensial untuk memastikan keberlangsungan populasi orangutan di masa depan.

Walaupun penyelamatan individu tetap penting, strategi jangka panjang yang menargetkan pengurangan risiko kebakaran dan pemulihan habitat akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi satwa dan ekosistem hutan Kalimantan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Lebih dari Seribu Situs Baru Dinobatkan Cagar Budaya Nasional pada 2026

Lebih dari Seribu Situs Baru Dinobatkan Cagar Budaya Nasional pada 2026

Kementerian Kebudayaan mempercepat proses inventarisasi dan secara resmi menetapkan 1.172 objek sebagai cagar budaya nasional pada tahun 2026. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan terhadap warisan budaya Indonesia.

Langkah Strategis Pemerintah dalam Pelestarian

Dengan menambah lebih dari seribu situs ke dalam daftar cagar budaya, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengamankan nilai historis, arsitektural, dan budaya yang ada di seluruh nusantara. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta membuka peluang pendanaan dan dukungan teknis bagi pemeliharaan situs‑situs tersebut.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Mendagri Desak Kepala Daerah NTT Manfaatkan Dana BTT Rp200 Miliar dari Presiden

Mendagri Desak Kepala Daerah NTT Manfaatkan Dana BTT Rp200 Miliar dari Presiden

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menuntut agar seluruh kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur segera memanfaatkan alokasi bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan pascagempa.

Bantuan Keuangan dan Distribusinya

Presiden menganggarkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp200 miliar, dengan Rp40 miliar dialokasikan untuk pemerintah provinsi NTT dan masing‑masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten yang terdampak.

Percepatan Realisasi Dana

Karnavian menyoroti lambatnya pencairan dana di beberapa wilayah dan menekankan pentingnya penggunaan mekanisme pengadaan langsung pada masa darurat. Kementerian dalam negeri telah menurunkan tim lapangan untuk mengawasi penyaluran sehingga bantuan dapat sampai ke komunitas terpencil.

Kondisi Infrastruktur dan Fokus Selanjutnya

Menurutnya, jaringan listrik, telekomunikasi, jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan di NTT sudah kembali beroperasi, meski masih ada titik‑titik yang dalam perbaikan. Dengan mobilitas yang relatif lancar, prioritas kini beralih pada penguatan logistik serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi.

Pendataan Kerusakan dan Penyaluran BNPB

Ia menginstruksikan percepatan inventarisasi bangunan yang rusak—baik rumah tinggal maupun fasilitas publik—sebagai dasar bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menyalurkan bantuan. Setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah stabil, BNPB dapat langsung mencairkan dana.

Dukungan Administratif Lainnya

Kementerian Dalam Negeri juga mengerahkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menerbitkan kembali dokumen kependudukan yang hilang, dengan total sekitar 11 000 surat. Koordinasi dilakukan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, untuk mengeluarkan kembali sertifikat tanah, serta dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar SIM, STNK, dan BPKB dapat diterbitkan ulang secara gratis.

Peserta Rapat Koordinasi

Rapat virtual yang dipimpin Presiden ini dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta para kepala daerah NTT yang bergabung secara daring.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Menko Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku 'Islam ala Prabowo' – Klarifikasi Lengkap

Menko Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku 'Islam ala Prabowo' – Klarifikasi Lengkap

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa ia tidak menulis buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurutnya, peran yang diemban hanyalah sebagai narasumber yang diwawancarai oleh tim penulis, tanpa terlibat dalam penentuan judul, perencanaan, maupun pendanaan penerbitan.

“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” ujar Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa.

Setelah sesi wawancara berakhir, ia mengaku tidak pernah menerima transkrip atau naskah hasil wawancara sampai buku tersebut dicetak.

Ketika membaca hasil akhir, Yusril menilai bahwa sebagian besar pernyataannya telah disajikan secara akurat.

Ia menjelaskan bahwa wawancara tersebut dilakukan jauh sebelum ia dilantik sebagai menko dalam Kabinet Merah Putih.

Karena kejadian itu terjadi cukup lama, ia tidak ingat siapa yang melakukan wawancara dan tidak dapat memastikan apakah pewawancara tersebut merupakan anggota langsung tim penyusunan buku, mengingat ia tidak mengenal orang tersebut secara pribadi.

Setelah menelaah buku secara keseluruhan, Menko tidak menemukan masalah substantif pada bagian yang bersumber dari wawancaranya.

Ia menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan dalam wawancara dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik,” tambahnya.

Mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut menekankan bahwa klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan posisi dirinya terkait buku itu.

Yusril berharap publik dapat menilai karya tersebut secara keseluruhan, memisahkan isi substansial dari kesan yang mungkin muncul akibat pilihan judul.

Baginya, yang utama adalah isi wawancara yang mencerminkan pandangannya, dan ia tidak menolak agar pendapat tersebut dipublikasikan serta siap menanggungnya secara akademik.

Analisis Tambahan

Klarifikasi Yusril menegaskan pentingnya memisahkan peran narasumber dengan peran penulis dalam publikasi, terutama ketika judul buku dapat menimbulkan persepsi yang keliru di mata publik.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Warga, 30 Luka dalam 24 Jam Terbaru

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Warga, 30 Luka dalam 24 Jam Terbaru

Dalam 24 jam terakhir, lima warga Palestina meninggal dunia dan tiga puluh lainnya mengalami luka-luka akibat serangan militer Israel di wilayah Jalur Gaza, menurut laporan Kementerian Kesehatan setempat pada Senin.

Kondisi Kesehatan dan Korban Tambahan

Kementerian menyatakan bahwa lima jenazah telah dibawa ke rumah sakit, sementara dua orang lain yang sebelumnya terluka parah juga menghembuskan napas terakhirnya. Tiga puluh korban lainnya dirawat dengan berbagai tingkat keparahan luka.

Pihak berwenang masih khawatir ada korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan atau di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau tim ambulans dan pertahanan sipil.

Statistik Sejak Gencatan Senjata

Sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada 11 Oktober, tercatat sebanyak 1.352 orang tewas dan 4.511 orang terluka di Gaza, dengan 826 jenazah telah dievakuasi ke tempat lain.

Jika menghitung sejak awal konflik pada 7 Oktober 2023, jumlah total korban tewas telah melampaui 73.000 orang.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 Resmi Dikukuhkan di Palu, Sulawesi Tengah

Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 Resmi Dikukuhkan di Palu, Sulawesi Tengah

Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 secara resmi diangkat pada upacara di Gedung Banua Rusdy Toana, Universitas Muhammadiyah Palu, Sulawesi Tengah. Upacara pengukuhan dipimpin oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, pada Sabtu 5 September.

"Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya secara resmi mengukuhkan Bapak/Ibu menjadi anggota Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 di Sulawesi Tengah, Kota Palu," ujar Agung dalam sambutan.

Dalam pesannya, Agung menekankan bahwa Tanwir, yang hanya dilaksanakan beberapa kali dalam satu periode kepemimpinan, harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik‑baik demi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ia menambahkan, dalam kurun waktu lima tahun Tanwir hanya diadakan dua kali, sehingga suatu daerah mungkin membutuhkan beberapa tahun lagi untuk dapat menjadi tuan rumah. Karena itu, sidang Tanwir perlu dimaksimalkan sebagai forum yang sangat khusus bagi organisasi.

Agung juga menjelaskan bahwa dasar utama pelaksanaan Tanwir adalah musyawarah, sementara sistem pelaksanaannya dibangun berdasar kesepakatan yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut.

"Yang terpenting adalah terus berfastabiqul khairat, berlomba‑lomba dalam kebaikan. Pada tiap waktunya, Muhammadiyah harus menjadi lebih baik sebagaimana yang telah diusung sebagai organisasi Islam berkemajuan," tegasnya.

Susunan Kepanitiaan Tanwir 2026

Menurut Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 558/KEP/I.0/D/2026 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah Tahun 2026, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai Penanggung Jawab.

Ketua panitia dipimpin oleh Amin Parakkasi, didukung oleh tujuh anggota: Muh Khairil, Hamdi Rudji, Mustamin Idris, Mulkus Kisman, Ilyas Padduntu, Ikbal Bungajim, dan Abd. Hafid Dg. Masila. Rincian lengkap Panitia Pelaksana tercantum dalam surat keputusan tersebut.

Dengan kepanitiaan yang kini resmi, persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Kota Palu melanjutkan ke tahap berikutnya. Momentum ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda permusyawaratan nasional, melainkan juga menjadi peluang strategis bagi warga Persyarikatan di Sulawesi Tengah untuk menampilkan semangat kemajuan melalui penyelenggaraan Tanwir yang tertib, inklusif, dan mencerminkan nilai‑nilai musyawarah Muhammadiyah.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Muhammadiyah Perkuat Aksi Kemanusiaan: Infak Jumat, Lazismu, dan Pemulihan Bencana di NTT, Sumatera, Kalimantan

Muhammadiyah Perkuat Aksi Kemanusiaan: Infak Jumat, Lazismu, dan Pemulihan Bencana di NTT, Sumatera, Kalimantan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Muhammadiyah memperluas upaya kemanusiaannya untuk membantu korban bencana di sejumlah wilayah melalui penggalangan infak Jumat, pengerahan relawan, layanan kesehatan, penyediaan kebutuhan pokok, serta pendampingan pada fase pemulihan.

Menurut Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, organisasi telah mengeluarkan arahan agar infak Jumat di masjid‑masjid Muhammadiyah dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak, khususnya bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Izzul menekankan bahwa penggalangan dana tidak harus berhenti setelah satu minggu; umat Muhammadiyah dapat melanjutkan kontribusi bila diperlukan. Selain NTT, perhatian juga diberikan kepada korban kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan.

"Artinya edaran itu tidak berarti satu pekan berhenti, tapi kalau seandainya ada yang ingin melanjutkan lagi juga enggak apa‑apa," ujar Izzul dalam acara Ruang Publik TVMu, 5 September.

Ia mengajak seluruh anggota Muhammadiyah menyalurkan kepedulian melalui infak Jumat maupun Lazismu di tiap tingkatan persyarikatan.

Dari Penghimpunan hingga Distribusi

Gerakan ini melibatkan beberapa unit internal. Lazismu berperan sebagai pengumpul dana, sementara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menangani asesmen kebutuhan dan pelaksanaan bantuan di lapangan.

Bendahara MDMC, Dede Haris Sumarno, menegaskan bahwa semangat gotong‑royong dalam membantu korban bencana telah menjadi bagian integral dari tradisi Muhammadiyah.

"Kalau di Persyarikatan Muhammadiyah ini adalah sesuatu yang saya kira sudah sangat mendarah daging," kata Dede.

MDMC melakukan penilaian awal untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, mulai dari hunian darurat, pangan, layanan kesehatan, kebutuhan anak, pendidikan sementara, hingga fasilitas ibadah.

Di Flores, tim kesehatan MDMC mendirikan rumah sakit lapangan dan unit layanan bergerak karena pengungsi tersebar di banyak titik. Bantuan juga mencakup tempat tinggal sementara mengingat ancaman gempa susulan.

"Adik‑adik kita boleh saja mengalami kejadian seperti ini, tapi pendidikannya tidak boleh ditinggalkan," tambah Dede.

Di Kalimantan, MDMC tetap menempatkan tim khusus untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, sementara di Flores tim medis dari rumah sakit Muhammadiyah beroperasi secara bergiliran.

"Posisi membantu, tidak menggantikan pemerintah. Kita berkoordinasi mana rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan sebagainya," jelas Dede.

Muhammadiyah One Response

Penanganan bencana tidak berhenti pada tahap darurat. Setelah situasi stabil, Muhammadiyah melanjutkan upaya pemulihan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Setiap majelis atau lembaga dalam jaringan persyarikatan mengambil peran sesuai kompetensinya: Majelis Ekonomi untuk revitalisasi ekonomi, Majelis Pendidikan Dasar Menengah untuk program pendidikan, serta perguruan tinggi dan rumah sakit untuk dukungan teknis.

Konsep ini disebut Muhammadiyah One Response, yakni sinergi seluruh elemen persyarikatan dalam rangkaian penanganan bencana.

"Tidak hanya satu atau dua lembaga, tapi seluruh elemen yang ada di persyarikatan bergerak bersama sesuai dengan tahapannya masing‑masing," ujar Dede.

Direktur Fundraising Lazismu, Mochammad Sholeh Farabi, menambahkan bahwa dukungan masyarakat harus berkelanjutan meski sorotan media mulai memudar.

"Jangan biarkan kepedulian itu berhenti walaupun kabar tentang bencana mulai menghilang dari televisi," kata Farabi.

Menurutnya, Muhammadiyah biasanya hadir sejak awal bencana dan tetap mendampingi korban hingga proses pemulihan selesai.

"Jadi jalan bencana itu panjang. Biasanya memang Muhammadiyah itu tim yang biasanya pertama datang tapi pulang paling terakhir," ujarnya.

Rp7,4 Miliar dan 20 Ribu Kaleng RendangMu

Lazismu melaporkan bahwa hingga kini dana yang terkumpul untuk penanganan bencana NTT mencapai sekitar Rp7,4 miliar, sesuai arahan Pimpinan Pusat.

"Menurut data yang terkumpul di Lazismu, berdasarkan surat PP Muhammadiyah untuk menghimpun itu sampai saat ini sudah masuk sekitar 7,4 miliar rupiah," kata Farabi.

Jumlah tersebut akan disalurkan berdasarkan hasil asesmen tim lapangan. Untuk bencana lain seperti kebakaran hutan dan erupsi, proses penghimpunan masih berlangsung.

Lazismu menyiapkan paket bantuan yang menyesuaikan dengan kelompok rentan, antara lain family kit, woman kit, dan hygiene kit. Di Kalimantan, bantuan tambahan berupa uang, masker, dan perlengkapan kesehatan juga telah tersedia.

Komunitas akademik Muhammadiyah turut berperan dengan menggalang bantuan melalui mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan ortom.

Selain dana, Lazismu menyalurkan sekitar 20 000 kaleng RendangMu—makanan siap saji berbahan daging kurban—kepada korban gempa di NTT melalui posko-posko Muhammadiyah.

"Saat ini kami sudah menyalurkan kurang lebih ada 20.000 kaleng," ungkap Farabi.

Farabi menegaskan bahwa semua dana dikelola dengan prinsip amanah, profesional, dan transparan, serta dilaporkan secara berkala melalui media dan kanal digital.

Mengusulkan Dana Abadi Kemanusiaan

Dede Haris Sumarno mengusulkan pembentukan dana abadi kemanusiaan untuk mempercepat respons awal saat bencana terjadi, sehingga tidak harus menunggu proses penggalangan dana.

"Namun apabila kita telah memiliki dana abadi kemanusiaan, insyaallah maka bahasa anak mudanya akan lebih gercep," ujar Dede.

Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan semangat Al‑Maun, yang menekankan bantuan tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang.

"Bencana kemanusiaan itu melampaui segalanya. Tidak ada agama, tidak ada suku, semua kita bantu hanya karena rasa kemanusiaan," katanya.

Farabi menutup dengan mengingatkan bahwa dukungan publik—baik dana, tenaga, maupun barang—masih sangat dibutuhkan hingga korban benar‑benar pulih.

"Kami semua elemen di Muhammadiyah akan mendampingi para penyintas bencana sampai mereka pulih," pungkas ia.

📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id