Jakarta (ANTARA) - Membuat eco enzyme sendiri di rumah sangatlah praktis dan murah. Dengan mengolah kembali limbah organik dapur, Anda dapat menghasilkan cairan pembersih alami yang kaya manfaat sekaligus mengurangi beban sampah lingkungan.
Banyaknya manfaat eco enzym menjadi alasan mengapa cairan ramah lingkungan ini sangat dianjurkan dibuat dan dimanfaatkan demi membuat bumi menjadi sehat.
Bagaimana cara membuat eco enzyme?
Kunci utama keberhasilan fermentasi eco enzyme, menurut Kemen LH dan sumber-sumber lain, terletak pada patokan rasio dasar 1 : 3 : 10, yaitu:
- 1 bagian Gula: Gunakan gula merah, gula aren, molase, atau gula lontar (hindari gula pasir putih).
- 3 bagian Sampah Organik: Kulit buah dan potongan sayur segar (seperti kulit jeruk, nanas, apel, atau pepaya). Pastikan bahan belum dimasak, tidak berminyak, dan tidak busuk.
- 10 Bagian Air: Gunakan air tanah, air sumur, air hujan, atau air hasil kondensasi AC.
Contoh takaran: 100 gram gula merah + 300 gram sisa kulit buah + 1.000 ml (1 liter) air.
Langkah Pembuatan
1. Persiapkan wadah mulut lebar
Gunakan wadah bermaterial plastik (seperti toples atau galon) yang memiliki penutup rapat. Hindari wadah berbahan kaca atau logam karena tekanan gas fermentasi dapat memecahkan kaca atau merusak logam.
2. Larutkan gula
Tuangkan air ke dalam wadah plastik, lalu masukkan gula merah yang sudah diiris tipis atau dihaluskan. Aduk hingga gula larut sepenuhnya di dalam air.
3. Masukkan sampah organik
Bersihkan kulit buah dan potongan sayuran dari kotoran tanah, potong kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam larutan gula. Pastikan seluruh bahan organik terendam dalam air, kemudian sisakan ruang kosong sekitar $20%$ di bagian atas wadah untuk menampung gas fermentasi.
4. Tutup rapat dan simpan
Tutup wadah secara kedap udara. Simpan wadah di tempat yang teduh, memiliki sirkulasi udara baik, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Perawatan masa fermentasi (3 bulan)
- Bulan Pertama: Buka tutup wadah sedikit selama beberapa detik setiap hari pada minggu-minggu awal untuk membuang akumulasi gas karbon dioksida ($CO_2$), lalu tutup kembali hingga rapat.
- Bulan Kedua & Ketiga: Gas mulai berkurang, sehingga wadah cukup dipantau sesekali tanpa perlu sering dibuka.
Setelah 90 hari (3 bulan), eco enzyme siap dipanen. Cairan yang berhasil akan berwarna cokelat jernih dengan aroma asam segar khas fermentasi buah. Saring cairan menggunakan kain halus atau saringan rapat, lalu simpan dalam botol plastik. Ampas sisa fermentasinya dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos padat atau starter untuk pembuatan batch berikutnya.