Data pemantauan kualitas udara pada Selasa pagi menunjukkan Jakarta berada di peringkat lima besar kota dengan udara terburuk secara global. Pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) tercatat 165, yang termasuk dalam kategori tidak sehat.
Klasifikasi AQI dan Dampaknya
Angka 165 menandakan tingkat polusi yang dapat mengganggu kelompok sensitif, termasuk manusia, hewan, serta tanaman yang rentan. Pada rentang PM2,5 antara 66‑150 µg/m³, kualitas udara dianggap tidak sehat. Untuk konteks, kategori sedang (PM2,5 51‑100) belum memberi dampak signifikan pada kesehatan manusia, namun dapat memengaruhi tanaman sensitif. Kategori baik (PM2,5 0‑50) tidak menimbulkan efek pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sementara itu, kategori sangat tidak sehat (PM2,5 200‑299) dan berbahaya (PM2,5 300‑500) masing‑masing mengancam kesehatan populasi secara luas.
Rekomendasi bagi Penduduk
Pemerintah dan otoritas kesehatan menyarankan warga untuk menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, selalu memakai masker ketika berada di luar, serta menutup jendela rumah guna meminimalkan masuknya udara tercemar.
Kota dengan Indeks Terburuk Lainnya
Di antara kota‑kota lain, Dhaka (Bangladesh) menempati posisi teratas dengan AQI 215, diikuti Delhi (India) 186, Kolkata (India) 184, dan Kuala Lumpur (Malaysia) 182.