PT PLN Batam, bagian dari jaringan kelistrikan Kepulauan Riau, sukses memulihkan suplai listrik bagi pelanggan di Kota Batam usai gangguan yang terjadi pada Senin 12 Oktober pukul 06.37 WIB.
Tahapan Teknis Pemulihan
Menurut Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, proses pemulihan melibatkan serangkaian langkah terukur mulai dari inspeksi pembangkit, sinkronisasi unit, hingga normalisasi jaringan transmisi dan distribusi. Tim teknis dan operasional bekerja intensif untuk menstabilkan sistem secara bertahap.
Awal penyelidikan mengindikasikan kemungkinan hewan liar masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan, yang mengganggu instalasi kelistrikan dan berimbas pada pemadaman di beberapa wilayah. Penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan lanjutan oleh tim teknis dan otoritas terkait.
Sejak malam Senin, seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak telah dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi. Pada pukul 04.00 WIB Selasa, 98% beban listrik pelanggan sudah kembali menyala, sementara 99% beban padam telah dipulihkan. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi di Kota Batam beroperasi penuh.
Kompensasi bagi Pelanggan
PLN Batam menegaskan komitmen untuk memenuhi hak pelanggan atas mutu layanan. Bila gangguan melebihi standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA), perusahaan akan memberikan kompensasi otomatis melalui tagihan berikutnya.
Untuk pelanggan reguler, kompensasi berupa potongan 10% dari biaya beban bulanan sesuai Peraturan Gubernur Kepulauan Riau No. 22 Tahun 2017. Sedangkan pelanggan layanan keandalan berhak atas potongan 15%–25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) tergantung jenis layanan yang dijanjikan.
PLN Batam terus menyiagakan petugas teknis untuk memantau kondisi sistem dan memastikan keandalan pasokan listrik, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran masyarakat.