Atlet bulu tangkis paralympic Indonesia, Rina Marlina, tetap bersaing meski mengalami nyeri pada lututnya, mengincar medali emas di Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Aichi‑Nagoya, Jepang.
Kemenangan Ganda Campuran SH6
Pada hari kedua kompetisi di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rina bersama pasangan ganda campuran SH6, Subhan, memulai turnamen dengan meraih kemenangan atas duo Hong Kong, Wong Key Choi dan Man Kau Chu, dengan skor 21‑15, 21‑13. Hasil tersebut menjamin mereka melaju ke babak delapan besar.
Dominasi di Nomor Tunggal Putri
Di kategori tunggal putri, Rina tergabung dalam Grup B dan berhasil mengamankan tempat di perempat final setelah mengalahkan Wu Yu‑yen dari Taiwan dengan 21‑13, 21‑6. “Alhamdulillah kami dapat bermain maksimal dan melaju ke tahap berikutnya,” ungkapnya.
Ambisi Mempertahankan Gelar
Peraih emas Asian Para Games 2022 ini menjelaskan bahwa persaingan di kategori SH6 sangat ketat, terutama dengan kehadiran dua pasangan asal China. Ia menegaskan pentingnya konsentrasi dan performa stabil untuk menembus setiap ronde.
Berusia 33 tahun, Rina tidak hanya menargetkan emas di ganda campuran, namun juga berkeinginan menebus kekalahan semifinal di Paralympic Paris 2024 melawan pasangan China, Lin Naili dan Li Fengmei. “Semoga dengan latihan yang cukup lama saya dapat membalas kekalahan itu dan tetap menjadi juara,” tambahnya.
Selain ganda campuran dan tunggal, Rina juga berpartisipasi di nomor ganda putri SH6, bertekad menembus sejauh mungkin di semua ajang yang diikutinya. Ia menutup penampilannya dengan mengingatkan pentingnya doa, “Saya minta restu ibu saya agar semuanya lancar.”