Pada Senin, 20 Oktober, wilayah hukum Polda Metro Jaya menjadi saksi beberapa peristiwa kriminal yang menonjol, mulai dari peredaran narkotika jenis etomidate hingga insiden tembakan antar anggota kepolisian, serta penangkapan pelaku tawuran di Stasiun Manggarai.
1. Penangkapan Narkotika Etomidate Senilai Rp2,8 Miliar di Kawasan PIK
Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengamankan 400 buah etomidate yang dibungkus dalam delapan paket menyerupai kopi, dengan nilai perkiraan mencapai Rp2,8 miliar. Pelaku yang diidentifikasi dengan inisial T ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) I, Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan Kasat Reserse Narkoba, AKP Trendy Habibi Ariyanto, barang tersebut diselundupkan untuk disembunyikan di antara kopi.
2. Tembakan yang Menewaskan Rekan Polisi di Pondok Cabe
Seorang anggota polisi bernama Bharatu Laurentius Fernandez Lawai tewas setelah diduga ditembak oleh juniornya di Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Kuasa hukumnya, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan adanya empat peluru yang ditemukan dalam kepala korban. Selain itu, pengacara tersebut menilai kemungkinan adanya lebih dari satu pelaku dan menyoroti bahwa senjata laras panjang yang dipakai diambil dari ruang penyimpanan yang memerlukan otorisasi khusus.
3. Enam Pelaku Tawuran Ditangkap di Stasiun Manggarai
Polisi mengamankan enam remaja yang terlibat dalam perkelahian antar kelompok pemuda di area Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 18 Oktober. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan jaringan yang terlibat.
4. Upaya Penangkapan Pemilik Narkoba Etomidate
Setelah penangkapan T, penyelidikan lanjutan mengidentifikasi seorang warga negara asing, berinisial C, sebagai otak di balik operasi penyelundupan etomidate tersebut. Tim Reserse Narkoba Polres Tanjung Priok terus mengejar jejak pemilik utama narkotika yang bernilai miliaran rupiah.
5. Dugaan Keterlibatan Lebih dari Satu Pelaku dalam Insiden Tembakan
Petrus Bala Pattyona menambahkan bahwa selain tembakan yang menewaskan Bharatu, indikasi penggunaan senjata dari gudang resmi menandakan adanya koordinasi atau setidaknya keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tragis ini.