Jakarta (ANTARA) - Tubuh memerlukan tidur yang berkualitas dan waktu tidur yang cukup untuk mengembalikan energi. Masalahnya, tidak semua orang bisa tidur dengan mudah pada malam hari.
Kesulitan tidur yang terjadi berulang atau insomnia bisa menurunkan kualitas tidur dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut adalah hal-hal yang bisa membuat tidur menjadi terganggu:
Masalah kesehatan mental
Gangguan tidur bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan mental seperti stres, kecemasan dan depresi. Rasa khawatir berlebihan bisa menyebabkan pikiran tetap aktif ketika tidur di malam hari. Dampaknya, tubuh tidak rileks sehingga sulit untuk tidur.
Masalah kesehatan mental bisa bermula dari tempat kerja, sekolah, keluarga, atau hal lain yang memicu kecemasan. Khawatir akan kurangnya tidur juga bisa menyebabkan kondisi insomnia semakin parah hingga bisa menciptakan suatu siklus.
Lingkungan tidur yang tidak nyaman
Kondisi kamar bisa menentukan kualitas tidur. Buatlah suasana di kamar senyaman mungkin dengan cahaya yang minim dan suasana yang tenang. Tutuplah jendela kamar atau gunakan penutup mata untuk mengurangi cahaya.
Suhu ruangan juga perlu diatur agar tidak terlalu panas ataupun dingin. Lakukanlah hal tersebut karena lingkungan tidur yang kurang nyaman bisa membuat penderita insomnia sering terbangun di malam hari.
Perubahan jadwal tidur
ubah seperti jet lag, shift kerja, atau karena bepergian ke luar negeri bisa mengganggu jam biologis tubuh.
Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Perubahan jadwal yang membuat ritme tidur tidak teratur dan meningkatkan risiko insomnia.
obatan
Stanford Medicine menjelaskan bahwa beberapa obat-obatan bisa menyebabkan gangguan tidur. Contohnya seperti antidepresan, obat flu, steroid, hingga obat penurun badan. Mengonsumsi obat tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur dalam jangka panjang.
Penyakit tertentu juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang membuat tidur menjadi terganggu. Kurang tidur dapat menghambat proses pemulihan tubuh yang dapat memperburuk kondisi tersebut.
Kafein, nikotin, dan alkohol
Mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman ringan atau soft drink, dan minuman berenergi dapat merangsang otak untuk aktif terbangun. Mengonsumsinya mendekati waktu tidur akan memperburuk kualitas tidur.
Alkohol pada awalnya bisa membuat seseorang cepat mengantuk, tetapi zat dalam alkohol mampu mengganggu waktu tidur karena seseorang akan sering terbangun di malam hari.
Nikotin dalam tembakau merupakan stimulan yang bisa membuat seseorang tetap terjaga hingga kesulitan tidur.
Masalah kesehatan
Beberapa penyakit bisa menyebabkan insomnia, termasuk asma, asam lambung, penyakit jantung, obesitas, menopause, kanker, nyeri kronis, gangguan pernapasan.
Gejala dari penyakit tersebut bisa menjadi penyebabnya. Penyakit di atas mungkin menyebabkan timbulnya rasa sakit dan sering buang air kecil yang membuat seseorang terbangun berkali-kali di malam hari.