Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa volume minyak yang melintasi Selat Hormuz telah kembali ke kapasitas penuh dan bahkan melampaui tingkat sebelum konflik dengan Iran pecah.
Pengakuan dalam Konferensi Pers
Dalam sebuah konferensi pers pada Selasa, Trump menegaskan, “Jutaan barel minyak telah mengalir dalam beberapa hari terakhir.” Ia menambah, “Kita dapat melihat alirannya setara atau bahkan melebihi jumlah sebelum perang.”
Latar Belakang Konflik Iran‑AS
Pertikaian antara Amerika Serikat dan Iran dimulai setelah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari, yang memicu balasan cepat Tehran dengan menargetkan sejumlah lokasi di Timur Tengah.
Pada pertengahan Juni 2026, kedua pihak mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan permusuhan, namun pertempuran kembali meletus tak lama setelahnya dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Dampak pada Rute Pengiriman Minyak
Ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis bagi minyak mentah, produk petroleum, dan LNG, telah menghambat aktivitas pelayaran. Gangguan pasokan energi ini mendorong harga minyak di pasar global naik secara signifikan.
Trump menegaskan bahwa aliran minyak kini kembali stabil, meski situasi geopolitik masih tegang.