Di kawasan hutan mangrove Gunung Anyar, Surabaya, 50 siswa kelas dasar SD Muhammadiyah 10 menorehkan pengalaman belajar bahasa Inggris secara langsung bersama dua penutur asli.
Persiapan dan Semangat Awal
Ketua sekolah, M. Khoirul Anam, M.Pd.I., membuka kegiatan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 dengan memberi arahan agar siswa tidak takut berbuat kesalahan ketika berbicara dengan native speaker. Ia menekankan pentingnya mencoba, berlatih, mendengarkan, dan berani berbicara dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi dengan Penutur Asli
Acara dipandu oleh Grady Ryan Mitchell, seorang native speaker asal Los Angeles yang juga mengajar di Universitas Brawijaya, Malang, serta Ahmed Jelassi, mahasiswa asal Tunisia. Kedua narasumber menyajikan materi dasar “Greetings” serta “What Are You Wearing Today?” sehingga peserta dapat melatih kemampuan memperkenalkan diri dan mendeskripsikan pakaian dalam bahasa Inggris.
Suasana Belajar di Alam Terbuka
Dengan bus sekolah yang disediakan berkat kerja sama Dinas Perhubungan Kota Surabaya, siswa tiba di lokasi dan langsung terlibat dalam dialog interaktif di bawah kanopi pepohonan mangrove. Beberapa anak menjawab dengan lancar, sementara yang lain tersenyum malu namun tetap berani mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris.
Motivasi Global dan Keterlibatan Digital
Ahmed Jelassi menekankan bahwa penguasaan bahasa Inggris membuka akses ke dunia digital, media sosial, serta peluang karier internasional. Ia menambahkan bahwa belajar bahasa tidak harus terbatas pada ruang kelas; kegiatan di rumah seperti mendengarkan lagu, menonton kartun, atau film juga dapat menjadi sarana yang menyenangkan.
Permainan Edukasi dan Penghargaan
Setelah sesi dialog, panitia menyelenggarakan berbagai permainan edukatif dan memberikan doorprize kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris, menambah semangat kompetisi positif.
Tujuan Jangka Panjang
Melalui inisiatif ini, SD Muhammadiyah 10 berupaya menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi, memperluas wawasan global, dan menanamkan kepedulian lingkungan pada generasi muda.