Lazismu Gresik menampilkan lima program unggulan pada Muhammadiyah Zakat Summit (MZS) 2026, mencakup bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan dan pembinaan anak. Semua inisiatif berlandaskan pada kebutuhan riil warga dan bertujuan menciptakan dampak berkelanjutan.
Program Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Pena Cita (Pendampingan Edukasi Anak Asuh Meraih Cita‑Cita) dimulai pada 2021 ketika pandemi meningkatkan kerentanan ekonomi keluarga yatim. Program ini menanggung biaya pendidikan selama satu tahun ajaran lewat dukungan CSR, zakat, infak, serta sedekah pegawai.
Go Green School lahir sebagai respons atas masalah sampah plastik di pesisir Campurejo. Siswa diajarkan memisahkan botol plastik, mengelola bank sampah, dan menginternalisasi nilai kebersihan serta kepedulian sosial melalui gerakan Hamas Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Sigap Sehat (Sinergi Gerakan Akses Pelayanan Kesehatan) menyediakan transportasi sosial gratis bagi pasien prasejahtera, termasuk lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, dan pasien yang memerlukan perawatan rutin seperti cuci darah. Layanan mencakup pendataan, penetapan prioritas, penjadwalan, hingga pelaporan perjalanan.
Pemberdayaan Ekonomi dan Peran Pengasuh
Bunda Tangguh bekerja sama dengan Aisyiyah Kabupaten Gresik untuk memperkuat perempuan kepala keluarga. Program ini memberikan modal, peralatan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha mikro, mengubah peran mustahik menjadi muzakki melalui penggunaan dana ZIS yang produktif.
Bintang Pengasuh 2026 mengajak masyarakat menjadi orang tua asuh yang mendampingi pendidikan anak. Dengan tema “Cahaya Pembimbing Anak Menuju Cita‑Cita”, program ini menyalurkan dana sebesar Rp323.930.145 dari 208 donatur, menyediakan dukungan materi, motivasi, dan perhatian bagi anak‑anak penerima manfaat.
Kelima program tersebut mencerminkan komitmen Lazismu Gresik untuk berinovasi sesuai tantangan lapangan, sekaligus menegaskan peran aktif donor dalam proses pemberdayaan.