Sabtu, 31 Oktober 2026, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Candi, Sidoarjo, menggelar kegiatan rihlah yang melibatkan 48 anggotanya. Rangkaian perjalanan dimulai di Museum Muhammadiyah, Bantul, dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, serta penutup dengan lava tour di lereng Merapi.
Menelusuri Sejarah di Museum Muhammadiyah
Para peserta membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 untuk menelusuri delapan zona tematik yang tersebar dalam empat lantai gedung museum. Setiap zona menyajikan narasi berbeda, mulai dari persiapan awal pengunjung, peran literasi, kelahiran gerakan Muhammadiyah, hingga kontribusi organisasi otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IPM, IMM, dan Hizbul Wathan. Zona terakhir menampilkan jaringan luas Muhammadiyah hingga ke mancanegara serta program penanggulangan bencana melalui Muhammadiyah Disaster Management Center.
Sejak resmi dibuka pada 14 November 2022, museum ini berfungsi sebagai arsip visual dan edukatif yang mengajak pengunjung memahami nilai‑nilai perjuangan para pendahulu serta menginspirasi partisipasi generasi mendatang.
Anis Kurniawati, A.Kom., M.Pd., selaku Ketua Majelis Kader PCA Candi, menyatakan rasa syukur dapat membimbing anggota dalam menapaki jejak sejarah tersebut, sekaligus merasakan semangat perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan
Setelah menapaki museum, rombongan beranjak ke kompleks pemakaman KH Ahmad Dahlan di Karangkajen, Yogyakarta. Di sana, mereka mempersembahkan doa untuk para pendahulu dan mengamati kesederhanaan makam sang pendiri Muhammadiyah. Anis mengungkapkan keinginan semula untuk juga mengunjungi makam Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah), pendiri Aisyiyah, namun keterbatasan waktu menghalangi rencana tersebut.
Eksplorasi Jejak Erupsi Merapi
Penutup rihlah berlangsung di kawasan Kaliurang, lereng Gunung Merapi, dengan mengikuti lava tour menggunakan jip wisata. Selama perjalanan, peserta menyaksikan sisa‑sisa material vulkanik dan bekas kerusakan akibat letusan 2010, sekaligus merenungkan kebesaran Sang Pencipta melalui fenomena alam yang dahsyat.
Rangkaian kegiatan ini menggabungkan pelajaran sejarah, penghormatan spiritual, dan edukasi geologi, menegaskan komitmen PCA Candi dalam menghidupkan kembali warisan budaya dan keagamaan bagi anggotanya.