Al-Ma'un: Bantuan Kemanusiaan
Showing posts with label Bantuan Kemanusiaan. Show all posts
Showing posts with label Bantuan Kemanusiaan. Show all posts
Baznas RI Mobilisasi 70 Personel untuk Tumpas Karhutla di Kalimantan dan Sekitarnya

Baznas RI Mobilisasi 70 Personel untuk Tumpas Karhutla di Kalimantan dan Sekitarnya

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengaktifkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan. Tim tersebut sudah mengerahkan 70 personel respons dari berbagai daerah, termasuk tenaga medis yang ditempatkan di Kalimantan Tengah.

Upaya Pemadaman dan Fasilitas Darurat

Tim BTB melakukan pemadaman langsung di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Sulawesi Barat. Selain itu, mereka mendirikan dapur air untuk menyediakan minuman dan makanan ringan bagi petugas lapangan serta relawan.

Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Baznas mengoperasikan Rumah Sehat Oksigen yang telah melayani 261 orang, memberikan layanan medis dasar dan pasokan oksigen.

Bantuan Logistik untuk Korban dan Relawan

Berbagai bantuan logistik juga disalurkan, meliputi masker untuk masyarakat dan pelajar, makanan siap saji, susu UHT, roti untuk anak‑anak, air bersih, serta suplemen multivitamin bagi warga dan relawan. Sebagian bantuan tersebut mencapai wilayah terdampak di Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat.

Pembaruan dari Tim Lapangan

Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana, Taufik Hidayat, menginformasikan bahwa tim masih aktif memadamkan kebakaran di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya. Kebakaran yang berulang selama beberapa hari terakhir membuat tim harus tetap berada di lokasi hingga situasi terkendali. Ia menambahkan harapannya, warga Kalimantan Tengah dapat segera kembali menikmati udara bersih.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Aisyiyah Sikka Selamatkan Pulau Palue: Bantuan Darurat untuk Penyintas Gempa NTT

Aisyiyah Sikka Selamatkan Pulau Palue: Bantuan Darurat untuk Penyintas Gempa NTT

Tim relawan Aisyiyah dari Kabupaten Sikka menembus lautan untuk menyalurkan bantuan kepada warga Pulau Palue, wilayah yang paling parah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026.

Perjalanan Panjang Melintasi Laut Flores

Rombongan berangkat dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, dan menempuh enam jam perjalanan feri sebelum tiba di Pelabuhan Pulau Palue. Karena kondisi geografis pulau yang berbukit dan berada dalam zona vulkanik Gunung Rokatenda yang masih aktif, bantuan selanjutnya harus dipindahkan ke perahu kecil dan dibawa berjalan kaki menuruni medan terjal selama 30–45 menit.

Distribusi Bantuan ke Empat Desa

Setelah menembus jalur darat, para relawan menyerahkan paket bantuan ke desa‑desa Kesokoja (Dusun Awa Male), Natakuni (Dusun Cua), Nitunglea (Dusun Nitung), dan Tuanggeo (Dusun Okacere). Bantuan tidak hanya berupa kebutuhan pokok seperti tenda, tikar, selimut, dan sembako, melainkan juga perlengkapan khusus untuk perempuan, anak, dan balita, termasuk pembalut, minyak kayu putih, minyak telon, serta air siap minum.

Kebutuhan Mendesak dan Harapan untuk Hunian Sementara

Menurut ketua PDA Kabupaten Sikka, Fitriah, hampir 90 % rumah di Pulau Palue mengalami kerusakan berat, sehingga warga sangat bergantung pada bantuan yang bersifat hak penyintas. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan lembaga lain untuk menyediakan tempat tinggal sementara menjelang musim hujan yang akan datang.

Walaupun mayoritas penduduk Pulau Palue bukan beragama Islam, mereka menyambut baik kehadiran Aisyiyah dan Muhammadiyah, mengapresiasi kepedulian lintas agama yang langsung menjawab kebutuhan mereka.

Keberhasilan distribusi bantuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara organisasi kemanusiaan dan komunitas lokal dapat mengatasi tantangan logistik di daerah terpencil, sekaligus menegaskan pentingnya respons cepat dalam menghadapi bencana alam.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Muhammadiyah Kirim Bantuan Medis dan 1.400 Paket Rendangmu untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur

Muhammadiyah Kirim Bantuan Medis dan 1.400 Paket Rendangmu untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur

Organisasi Muhammadiyah kembali menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Manggarai Timur. Bantuan mencakup dukungan operasional Posko Muhammadiyah untuk Tim Medis Darurat (EMT) Type 1 Fixed serta distribusi 1.400 paket makanan tradisional Rendangmu.

Penyerahan di Lapangan

Upaya penyaluran dilakukan pada Ahad, 6 September, dan berpusat di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur Tintin, Camat Lamba Leda Utara Emilianus Sarjanit, serta perwakilan Lazismu dan 27 relawan medis EMT.

Komitmen Kemanusiaan Muhammadiyah

Hilman Latief menegaskan bahwa partisipasi Muhammadiyah dalam situasi darurat mencerminkan semangat kolektif dan solidaritas. "Misi kemanusiaan kami berlandaskan tolong‑menolong. Tim EMT dipersiapkan selama bertahun‑tahun sesuai standar WHO agar dapat beroperasi profesional di mana pun bencana terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, organisasi akan terus mendampingi proses pemulihan Manggarai Timur, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Koordinasi dan Pelayanan Kesehatan

Budi Setiawan menjelaskan bahwa MDMC mengaktifkan jaringan koordinasi sejak hari pertama gempa, melibatkan Posko Nasional di Yogyakarta, Posko Wilayah di Ende, serta posko‑posko daerah di kabupaten terdampak. Rumah Sakit Lapangan EMT beroperasi dengan dua rotasi tim selama sebulan, menggandeng tenaga kesehatan lokal dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kesehatan dan pendidikan tidak boleh terhenti saat bencana. Bersama Kementerian Pendidikan, kami merancang ruang kelas darurat agar anak‑anak tetap dapat belajar tanpa trauma berlarut," tambah Budi.

Respons Lokal dan Kerusakan

Camat Emilianus Sarjanit mengapresiasi respons cepat Muhammadiyah, mengingat wilayahnya masih merasakan dampak sejak 15 Agustus 2026. Menurutnya, 2.294 rumah mengalami kerusakan parah dan 8.333 jiwa masih mengungsi di tenda.

Dua puskesmas, Dampek dan Beleng, serta sekitar 80 % fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat, memaksa layanan kesehatan dan pembelajaran berlangsung di tenda darurat.

Tantangan Dinas Kesehatan

Tintin, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, mengungkapkan kesulitan awal akibat terputusnya jaringan komunikasi dan kesiapsiagaan yang terbatas. Dari 29 puskesmas di wilayah tersebut, 12 berada dalam kondisi kritis (kategori merah) dan seluruh peralatan medis tidak dapat diselamatkan.

"Kehadiran MDMC, EMT Muhammadiyah, serta sukarelawan universitas sangat mempercepat proses pemulihan. Layanan Rumah Sakit Lapangan menjadi kunci utama," tuturnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id