Al-Ma'un: Foskam Jatim
Showing posts with label Foskam Jatim. Show all posts
Showing posts with label Foskam Jatim. Show all posts
Foskam Jatim Gelar Pelatihan Asesmen TKA untuk Guru SD di Surabaya

Foskam Jatim Gelar Pelatihan Asesmen TKA untuk Guru SD di Surabaya

Foskam Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan khusus bagi guru SD/Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) di Jalan Pucang Anom No.93, Surabaya.

Peserta dan Latar Belakang

Acara ini dihadiri oleh 68 pendidik yang mewakili 30 sekolah Muhammadiyah di seluruh Jawa Timur. Di antaranya, dua guru dari SD Alam Muhammadiyah 2 Kedanyang, Gresik—Janita Firda Naini, S.Pd. (Bahasa Indonesia‑Literasi) dan Mahfudz Efendi, S.Pd., Gr., M.M. (Matematika‑Numerasi)—bersama dua rekan dari SD Muhammadiyah 1 Giri, Kebomas, turut berangkat ke Mudipat.

Tujuan Pelatihan

Ketua Foskam Jawa Timur, Edy Susanto, M.Pd., menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam merancang soal literasi dan numerasi serta mempersiapkan sekolah menyongsong TKA tahun ajaran berikutnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada 30 kepala sekolah yang telah mengirim delegasi.

Edy menekankan pentingnya peningkatan nilai TKA dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di masing‑masing sekolah.

Materi dan Narasumber

Dua pakar nasional turut memberikan materi: Ria Pusvita Sari, M.Pd., yang membahas teknik pembuatan soal numerasi, dan Kanzue S. Rachelinda, S.Pd., yang fokus pada pengembangan soal literasi.

Praktik Penyusunan Soal

Setelah istirahat sholat Jumat dan Zuhur, peserta kembali ke Gedung ADEC (Ahmad Dahlan Education Center) untuk mempraktikkan pembuatan asesmen sesuai bidang masing‑masing. Kelompok numerasi dipandu oleh Ria (dipanggil Vita) di kelas 6B lantai empat, sementara kelompok literasi dipimpin Kanzue di kelas 6A lantai yang sama.

Ria menekankan bahwa persiapan TKA sebaiknya dimulai sejak kelas satu, bukan menunggu kelas enam. Ia menyarankan penggunaan soal sumatif akhir bab dengan tiga tipe pilihan ganda: pilihan tunggal empat opsi, MCMA (Multiple Choice Multiple Answers) dengan tiga pernyataan dan dua jawaban benar, serta tipe kategori dengan pernyataan benar‑salah atau cocok‑tidak cocok.

Selain tipe soal, ia menambahkan tiga level kognitif yang perlu diperhatikan—pemahaman, aplikasi, dan penerapan—serta tiga konteks soal: kehidupan pribadi, sosial‑budaya, dan ilmiah, contohnya soal suhu, dosis obat, atau bentuk bangunan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co