Al-Ma'un: Gresik
Showing posts with label Gresik. Show all posts
Showing posts with label Gresik. Show all posts
Guru SD Muri Terapkan Metode Tajdid, Belajar Mengajar Al‑Qur’an Lewat Cerita dan Lagu

Guru SD Muri Terapkan Metode Tajdid, Belajar Mengajar Al‑Qur’an Lewat Cerita dan Lagu

Ustaz Sya’roni memulai lokakarya di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri), Gresik, dengan mengayunkan sebatang lidi sambil bercerita tentang Jaza, anak yang membawa lidi untuk berburu kutu. Cerita sederhana itu mengundang tawa para guru dan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kata kunci Metode Tajdid.

Mengharmonisasi Pengajaran Al‑Qur’an

Kepala SD Muri, Riza Agustina Wahyu Setyawati, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh staf, baik guru maupun karyawan, wajib mengikuti pelatihan dua hari ini. Ia menekankan pentingnya konsistensi cara mengajar agar semua siswa dapat membaca Al‑Qur’an dengan tepat, bukan hanya menjadi tanggung jawab guru agama.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Umamah, S.Ag., menambahkan harapan bahwa guru‑guru akan terus melatih kemampuan mengaji dan secara rutin menerapkan metode baru yang dipelajari, sehingga anak-anak belajar dengan sukacita sebelum mencapai kefasihan.

Langkah Praktis Metode Tajdid

Pada siang hari, Ustaz Sya’roni menjelaskan prosedur membuka kelas: salam, sapaan "Kaifa halukum?", jawaban "Alhamdulillah", dilanjutkan dengan tepuk dada kiri sambil mengucapkan "Ma’an najah" dua kali, dan diakhiri dengan yel‑yel semangat "Tajdid? Yes!". Seluruh rangkaian ini diikuti dengan membaca Surah Al‑Fatihah setelah taawudz dan basmalah, serta doa dengan irama Hijaz.

Kata kunci pertama (A) terdiri dari lima istilah: sayabawa, lidi ini, buru kutu, hamaqata, dan shafajaza. Guru diajak menghafal lewat lagu "Satu Dua Tiga Empat" setelah mendengar cerita Jaza yang membawa lidi untuk mengusir kutu yang mengganjal di sofa.

Kata kunci kedua (B) meliputi sasyadzola, ghowa tsutsun, ‘alam hijau, dzanau thoba, serta khodhak lari. Untuk mengingatnya, peserta menyanyikan nada "Balonku Ada Lima" dengan lirik yang dirangkai menjadi sebuah puisi pendek:

Shasa mau ke mana
Dzolan ke rumah Tsutsun
Sambil memandang apa
Memandang alam hijau
Lalu pergi berenang
Berenang di Dzanau Toba
Tiba‑tiba melihat khodhok lari di sana

Selama sesi praktik (micro‑teaching), lima guru – termasuk Ustazah Nurul Ainia Rachmayuni dan Ustaz Muhammad Hilmi Fakhrudin – mencoba menerapkan teknik baru, sambil saling memberi masukan. Beberapa peserta sempat tertawa karena lupa urutan, namun suasana tetap kondusif untuk belajar.

Harapan ke Depan

Ustaz Sya’roni menutup pelatihan dengan harapan bahwa siswa SD Muri kelak dapat membaca Al‑Qur’an dengan standar internasional, bahkan berpotensi melahirkan tokoh penting di dunia Islam. Seorang wali kelas, Ustazah Nurul Istiqomah, mengaku termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan mengajarnya.

Pelatihan berakhir pada pukul 15.30 WIB dengan target penerapan penuh Metode Tajdid pada tahun ajaran 2027/2028.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
Ajudan Wakil Bupati Gresik Berbagi Tips Remaja di SD Almadany

Ajudan Wakil Bupati Gresik Berbagi Tips Remaja di SD Almadany

Bripka Angga Triprasetyo, S.H., anggota Unit 1 Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Gresik, tampil sebagai Guest Teacher pada kegiatan edukasi di SD Almadany, Kedanyang, Gresik, Selasa 3 November 2026. Dalam sesi tersebut ia memberikan materi bertema “Mengenal Dunia Remaja: Pergaulan, Tantangan, dan Kesadaran Hukum” kepada 106 siswa kelas V dan VI.

Bripka Angga Triprasetyo mengajar siswa
Bripka Angga Triprasetyo menyampaikan materi tentang pergaulan remaja dan kesadaran hukum di SD Almadany.

Acara dibuka dengan pertanyaan sederhana, “Apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja?” Salah satu siswa, Muhammad Khalif Sakha, menjawab bahwa kenakalan adalah “remaja yang melakukan pelanggaran.” Angga kemudian menambah, “Kenakalan adalah perilaku buruk yang melanggar aturan dan dapat merugikan diri sendiri serta orang lain.”

Sebagai aide pribadi Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, Angga menekankan pentingnya kejujuran dan kedisiplinan sebagai pondasi masa depan yang gemilang. “Jadilah anak yang disiplin, jujur, dan berintegritas,” pungkasnya.

Empat Perilaku yang Harus Dihindari

  1. Bullying atau perundungan: mengolok‑olok, menghina, atau mengucilkan teman harus dihentikan. “Sayangi sesama, jangan menyakiti teman,” ia menasihati.
  2. Kekerasan dalam menyelesaikan konflik: “Jika ada masalah, bicarakan dengan baik atau minta bantuan guru,” tegasnya.
  3. Penggunaan gadget berlebihan: “Batasi waktu bermain HP, manfaatkan gadget untuk hal positif dan tetap di bawah pengawasan orang tua.”
  4. Menyontek atau mencuri barang orang lain: “Kejujuran itu keren; menyontek hanya akan menurunkan nilai dan membuat orang tua sedih.”

Tujuh Kebiasaan Anak Hebat

  • Rajin beribadah.
  • Hormat kepada orang tua dan guru.
  • Memilih pertemanan yang baik.
  • Belajar dan membaca secara konsisten.
  • Bijak dalam penggunaan gadget.
  • Berani menolak ajakan negatif.
  • Melaporkan tindakan berbahaya kepada guru atau orang tua.

Pesan Penutup dari Kepolisian

Angga menutup sesi dengan seruan motivasi, “Jadilah generasi yang disiplin, jujur, dan berani membela kebenaran.” Ia menegaskan bahwa masa depan cerah dimulai dari tindakan positif hari ini, mengajak siswa menjadi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan mencintai tanah air.

Bripka Angga memberikan edukasi
Bripka Angga Triprasetyo membekali 106 siswa SD Almadany dengan edukasi tentang pencegahan kenakalan, pentingnya kejujuran, dan penggunaan gadget yang bijak.

📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
Grand Final Al Ibrah Star Fest 2026 di Gressmall Gresik: Daftar Juara dan Sorotan Acara

Grand Final Al Ibrah Star Fest 2026 di Gressmall Gresik: Daftar Juara dan Sorotan Acara

SDIT Al‑Ibrah Gresik menggelar final keempat kompetisi tahunan Al Ibrah Star Fest pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Gressmall. Acara bertemakan “One Spirit, One Nation" memberi panggung bagi anak‑anak menampilkan bakat, mengasah keberanian, kreativitas, serta kecintaan pada Al‑Qur’an.

Tema, Tahapan Kompetisi, dan Cabang Lomba

Kompetisi dimulai dengan babak penyisihan pada 24 Oktober di lingkungan SDIT Al‑Ibrah, melibatkan berbagai taman kanak‑kanak di kawasan Gresik. Lima kategori lomba—Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), Gerak dan Lagu, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Sains, dan Mewarnai—menyusul ke final yang diadakan di Gressmall.

Tari, Tilawah Dua Bahasa, dan Pembukaan

Acara dibuka dengan pertunjukan tari kelas II yang menampilkan program ekstrakurikuler tari sekolah. Selanjutnya, Aqilah, siswi kelas VI, membacakan Al‑Qur’an, diikuti oleh sari tilawah dalam bahasa Indonesia oleh Adzra dan dalam bahasa Inggris oleh Jasmine.

Sambutan Kepala Sekolah

Janan, S.Pd., Kepala SDIT Al‑Ibrah, menyampaikan apresiasi kepada semua finalis. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki cahaya potensial yang perlu diberi ruang untuk bersinar, serta menegaskan tiga prinsip pendidikan: memimpin dengan contoh, menginspirasi dengan hati, dan memberdayakan setiap peserta didik.

Juri dan Penilaian

Penilaian dilakukan oleh tenaga pendidik dari SDIT dan SMPIT Al‑Ibrah. Pildacil dinilai oleh Khoirul Huda, M.Kom., dan Linandha Dharayuan, S.Pd.; MHQ oleh Abdul Qohar, S.Pd., dan Masnun; Gerak dan Lagu oleh Yastati’ Iiswandariyanti, S.Pd., dan Dra. Endang Murtaningsih, M.Pd.; Sains oleh Irviani Rida Aivi, S.Pd., dan Nurul Wahyu Purwaningtyas, S.Pd.; serta Mewarnai oleh Wendy Fathur Rahman, S.Pd., dan Ahmad Husaeini, S.Adm.

Daftar Pemenang Al Ibrah Star Fest 2026

Sains

  1. Juara I: Belvania Anya Almahyra (TKIT Al‑Ibrah)
  2. Juara II: Moch Hasbi Maulana Habi (TKIT Al‑Ibrah)
  3. Juara III: Zara Atharuna Syan (TK Islam Bakti 4)
  4. Harapan I: Ar Rasikh Alta Ahmad (TK Mutiara Biru)

Pildacil

  1. Juara I: M. Alwi Nabil (TK Muslimat NU 14)
  2. Juara II: Fara Mahira (TKIT Al‑Ibrah)
  3. Juara III: Faatimatuz Zahroo (TK Mutiara Biru)
  4. Harapan I: Qorina Salsabila Alfarizi (TK Islam Bakti 4)

Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)

  1. Juara I: Diandra Arethalina Pratama (TK Islam Bakti 4)
  2. Juara II: Azkayra Aghnia Shaqueena Kaureen (TK Islam Bakti 4)
  3. Juara III: Razzani Ashraf Fathoni (TKIT Al‑Ibrah)
  4. Harapan I: Arsyila Almahyra (TK Muslimat NU 14)

Gerak dan Lagu

  1. Juara I: Sunan Prapen
  2. Juara II: TKIT Al‑Ibrah
  3. Juara III: TK Mutiara Biru
  4. Harapan I: TKM NU 292 Istiqlaliyah

Kategori KB

  1. Juara I: Nashwa Qiana Samudro (KB Islam Bakti 4)
  2. Juara II: Al Agam Kalandra Avjar (KBM NU 153)
  3. Juara III: Ahmad Mudzakkir Ihsanan (KB Islam Bakti 4)
  4. Harapan I: Syavira Fahima Achmad (TK MNU 292)

Kategori TK A

  1. Juara I: Sayhana Azzahra (TK Roudlotun Nafilah)
  2. Juara II: M. Derren Calief (TK Muslimat NU 292)
  3. Juara III: Alif Shakel Alfarizqi (TK Hafidzul Qur’an)
  4. Harapan I: Seinna Lani Rahmat (TKM NU 46 Nurul Huda)

Kategori TK B

  1. Juara I: Mahira Hasnah Khalishah A (TK Sunan Prapen)
  2. Juara II: Maura Qisya Samudro (TK Islam Bakti 4)
  3. Juara III: Faradina Azzahra (TKM NU 294 Yatamam)
  4. Harapan I: Khairina Nur Alisha (TK Hafidz Qur’an Al Amin)

Futsal

  1. Juara I: TK Aisyiyah 40 PPS
  2. Juara II: TKIT Al Ummah
  3. Juara III: TK Islam Bakti 4 YPBWI

Setelah pengumuman pemenang, hadiah diserahkan dan para peserta mendapatkan aplaus hangat dari hadirin, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
Kader IPM Bawean Terlambat Pulang Akibat Cuaca, Menghabiskan Seminggu di Gresik

Kader IPM Bawean Terlambat Pulang Akibat Cuaca, Menghabiskan Seminggu di Gresik

Dua siswa SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, Diana Bahtreza (kelas XI Akuntansi) dan Putri Kaysatus Safaqah, yang akrab dipanggil Kaysa (kelas X Akuntansi), berangkat ke Gresik untuk mengikuti Musyawarah Daerah (Musyda) ke‑23 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Gresik.

Di sana mereka berpartisipasi dalam rangkaian rapat, diskusi gerakan pelajar, serta pertemuan dengan kader IPM dari berbagai wilayah selama tanggal 11–13 September 2026.

Pelayaran Tertunda Karena Cuaca Buruk

Setelah acara usai, rencana pulang ke Pulau Bawean terganggu karena kondisi cuaca laut yang tidak bersahabat, sehingga kapal penyeberangan tidak dapat berlayar.

Akibatnya, Diana dan Kaysa harus menunggu sekitar satu minggu di Gresik hingga jadwal pelayaran kembali tersedia.

Diana mengaku sempat merasa sedih karena rindu sekolah dan rumah, namun memanfaatkan waktu tersebut untuk merenung dan mematangkan pelajaran yang didapat di Musyda. Kaysa menambahkan, “Justru kami jadi punya waktu lebih untuk bersilaturahmi dengan kakak‑kakak IPM Gresik.”

Pengalaman Organisasi yang Didapat

Selama penantian, kedua kader mengumpulkan pengetahuan tentang dinamika sidang organisasi, strategi gerakan pelajar, dan jaringan antar‑kader yang nantinya akan mereka aplikasikan kembali di SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura.

Akhirnya, pada Jumat, 18 September 2026, mereka berhasil kembali ke Bawean bersama kapal yang berlayar kembali, membawa pulang pengalaman berharga selain materi Musyda.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co