Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menerima Presiden Mesir, Abdel Fattah al‑Sisi, dalam pertemuan empat mata di Istana Merdeka pada Minggu, pukul 10.30 WIB. Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan kenegaraan al‑Sisi ke Indonesia.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menegaskan agenda hari itu meliputi pertemuan pribadi dua pemimpin, pembicaraan bilateral, serta penandatanganan sejumlah nota kesepahaman yang mencakup bidang visa, statistik, perikanan, dan rencana aksi untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara.
Agenda dan Persiapan
Sebelum pertemuan, Arrmanatha menyampaikan bahwa upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia‑Mesir menjadi fokus utama. Selain pertemuan tête‑à‑tête, kedua kepala negara akan menandatangani kesepakatan yang menargetkan peningkatan mobilitas visa, pertukaran data statistik, pengembangan sektor perikanan, serta program bersama untuk memperdalam hubungan strategis.
Persiapan penyambutan di Istana Merdeka telah dimulai sejak Sabtu, dengan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha, memeriksa kesiapan pasukan jajar kehormatan dan satuan kavaleri Paspampres. Kendaraan resmi al‑Sisi dijadwalkan melintasi Lapangan Silang Monas diiringi pasukan berkuda.
Kunjungan al‑Sisi ke Indonesia berlangsung pada 10–11 Oktober 2026, menjadi lawatan pertamanya sejak 2015 dan sekaligus balasan atas kunjungan Presiden Prabowo ke Mesir pada tahun 2024 dan 2025. Sebelum tiba di Istana, al‑Sisi mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma dengan pesawat kepresidenan yang diawaki empat pesawat tempur Sukhoi Su‑27/30 serta dua unit F‑16 TNI AU.
Setibanya di bandara, al‑Sisi disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Arrmanatha, serta pasukan kehormatan yang diikuti oleh pelajar yang mengibarkan bendera Indonesia dan Mesir.
Setelah menyelesaikan agenda kenegaraan, al‑Sisi dijadwalkan kembali ke Mesir pada sore hari.