Al-Ma'un: Kebijakan Luar Negeri
Showing posts with label Kebijakan Luar Negeri. Show all posts
Showing posts with label Kebijakan Luar Negeri. Show all posts
Trump Prediksi Iran Tingkatkan Aksi Sebelum Pemilu Paruh Waktu AS 3 November

Trump Prediksi Iran Tingkatkan Aksi Sebelum Pemilu Paruh Waktu AS 3 November

Trump menyatakan bahwa Tehran kemungkinan akan memperketat aksi militer menjelang pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat pada 3 November, karena mereka menilai langkah tersebut dapat memberi tekanan pada Washington.

\"Mereka mungkin akan melakukan sedikit lebih banyak sebelum pemilu, karena berpikir hal itu akan merugikan kami,\" ujar Trump dalam kunjungan ke Tennessee pada Sabtu.

Presiden tersebut berada di negara bagian yang menjadi basis kuat Partai Republik untuk mendukung kampanye, dan menambahkan bahwa Amerika Serikat mampu mengakhiri konfrontasi dengan Iran dalam waktu singkat.

\"Namun kami dapat menutupnya dengan sangat cepat,\" katanya, sambil menegaskan dirinya menahan langkah Iran meski menurutnya angkatan laut Iran telah hancur.

\"Mereka belum menyadari seberapa besar kebaikan saya kepada mereka,\" tegas Trump, sekaligus mengklaim bahwa 159 kapal Iran telah ditenggelamkan sejak akhir Februari, saat konflik dimulai.

Trump juga menyinggung Selat Hormuz, titik fokus sengketa, dengan menambahkan, \"Kami sedang mempertimbangkan mengganti namanya menjadi Selat Trump.\"

Perkiraan Akhir Konflik Pasca Pemilu

Sebelumnya, Trump memperkirakan perang dengan Iran akan berakhir segera setelah pemilu paruh waktu 3 November, menyoroti bahwa konflik tersebut menjadi salah satu isu utama yang dapat memengaruhi hasil pemilihan Kongres.

Meskipun tidak mencalonkan diri dalam pemilu tersebut, ia terus berkeliling untuk mendukung calon Partai Republik agar mempertahankan mayoritas di satu atau kedua kamar Kongres.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari. Tehran membalas dengan meluncurkan rudal serta drone ke beberapa wilayah dan menutup akses di Selat Hormuz secara de facto.

Perang yang kini telah berlangsung lebih dari tujuh bulan menambah tekanan pada pasar energi global, karena hampir seluruh lalu lintas kapal tanker komersial melalui selat strategis itu terhenti.

Pada Juni, Washington dan Tehran menandatangani kesepakatan kerangka kerja setelah mediasi Pakistan dan Qatar, yang bertujuan menghentikan permusuhan dan membuka jalur perundingan. Namun, pelaksanaannya terhenti karena perselisihan terkait keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com