Al-Ma'un: Literasi Keuangan
Showing posts with label Literasi Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Literasi Keuangan. Show all posts
BEI NTT Dorong Pertumbuhan Investor Muda lewat Galeri Investasi dan Edukasi Sekolah

BEI NTT Dorong Pertumbuhan Investor Muda lewat Galeri Investasi dan Edukasi Sekolah

BEI perwakilan Nusa Tenggara Timur meningkatkan peran Galeri Investasi demi memperluas basis investor muda dan menambah pemahaman publik tentang pasar modal.

Setiap galeri investasi harus menyelenggarakan minimal empat program edukasi tiap tahun, sesuai kesepakatan kerjasama.

Menurut Kepala BEI NTT, Adevi Sabath Sofani, hingga akhir 2026 tercatat ada 23 galeri investasi di wilayah tersebut, terdiri dari 15 galeri di perguruan tinggi dan delapan galeri yang berfokus pada edukasi umum.

Kegiatan Edukasi di Perguruan Tinggi

Beberapa galeri, misalnya yang berada di Universitas Nusa Cendana dan Politeknik setempat, secara rutin mengadakan program yang dapat menumbuhkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa. Adevi menyebut bahwa di institusi tersebut dapat tercapai hingga 90 aktivitas dalam satu tahun.

Pengawasan dan Standar Kinerja

BEI NTT secara periodik meninjau hasil kerja tiap galeri untuk menjamin kontinuitas program edukatif. Jika sebuah galeri gagal memenuhi ketentuan selama tiga tahun berturut‑turut, pihak BEI berhak menutup operasionalnya.

Rencana Ekspansi ke Sekolah Menengah Atas

Menjelang 2027, BEI berencana menambah galeri investasi di tingkat SMA melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Sosialisasi awal bagi sekolah yang memenuhi kriteria dijadwalkan pada 30 Oktober 2026 di Kupang.

Profil Investor di NTT

Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa mayoritas investor di NTT berusia di bawah 30 tahun atau antara 31‑40 tahun, menyumbang 86,88 % total. Dari segi pekerjaan, 65,6 % investor merupakan karyawan swasta, pegawai negeri, guru, anggota TNI/Polri, maupun pensiunan.

Per 30 September 2026, tercatat 292.572 individu terdaftar sebagai investor di NTT, dengan Kabupaten Kupang menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 34.116 orang. Secara nasional, jumlah investor pasar modal mencapai 32,16 juta, naik 58 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Fin Expo 2026 Dorong Masyarakat Makassar Kelola Keuangan dengan Bijak

Fin Expo 2026 Dorong Masyarakat Makassar Kelola Keuangan dengan Bijak

Fin Expo 2026 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi ajang penting untuk meningkatkan pengetahuan publik tentang layanan keuangan serta menumbuhkan perilaku pengelolaan keuangan yang lebih cerdas.

Harapan Panitia dan Penyelenggara

Riza Pahlevi, ketua panitia sekaligus Regional CEO BRI Makassar, menyatakan bahwa tujuan utama acara ini bukan sekadar memperkenalkan produk keuangan, melainkan memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, dan cara pemanfaatannya sesuai kebutuhan.

Menurut data survei tahun 2026, sebanyak 93,01 % responden dilaporkan telah menggunakan setidaknya satu produk atau layanan keuangan, sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil survei nasional pada 2025 yang mencatat 92,7 %.

Pentingnya Literasi Keuangan

Meski penetrasi layanan keuangan terus meningkat, tingkat literasi masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Fin Expo 2026 tidak hanya menjadi panggung promosi, melainkan juga forum dialog, edukasi, dan interaksi antara warga dan pelaku industri keuangan.

Moch Muchlasin, Kepala Perwakilan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, menekankan bahwa pemahaman yang memadai sangat penting sebelum masyarakat memutuskan menggunakan produk keuangan, agar mereka sadar akan manfaat, karakteristik, serta potensi risiko.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi regional yang mencapai 5,59 %—lebih tinggi dari rata‑rata nasional—OJK bersama sektor keuangan telah melaksanakan sekitar 198 kegiatan literasi pada kuartal II 2026, melibatkan kira‑kira 2.400 peserta. Program tersebut menargetkan peningkatan akses pasar, pengembangan keuangan syariah, serta dukungan pembiayaan bagi sektor produktif seperti petani dan nelayan.

Kesimpulan

Fin Expo 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kesadaran keuangan di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat sinergi antara regulator, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Muhammadiyah Dorong Digitalisasi Keuangan Masjid lewat SIROQIB untuk Tata Kelola Amanah

Muhammadiyah Dorong Digitalisasi Keuangan Masjid lewat SIROQIB untuk Tata Kelola Amanah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menekankan pentingnya memperkuat tata kelola keuangan masjid secara amanah, tertib, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sistem pencatatan berbasis digital.

Pelatihan Literasi Keuangan di Masjid At‑Tanwir

Pada Senin, 15 September, Aula lantai enam Masjid At‑Tanwir, Jakarta Pusat, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Literasi Laporan Keuangan dan Akuntansi Masjid. Sekitar empat puluh perwakilan pengurus masjid yang tergabung dalam Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) hadir, menandai upaya bersama meningkatkan pengelolaan dana ibadah.

KH Nur Ahmad, ketua DKM At‑Tanwir, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah membantu masjid‑masjid memiliki manajemen keuangan yang rapi, teratur, mudah dipantau, serta transparan dalam pelaporan kepada jamaah.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana masjid tidak lepas dari prinsip amanah, karena uang yang dikelola merupakan titipan umat yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara akurat.

"Karena kami mengelola uang jamaah, landasan yang tak boleh ditinggalkan adalah kepercayaan. Hal itu menuntut pembukuan yang teratur, data yang lengkap, dan bila memungkinkan, pemanfaatan aplikasi khusus," ujar Nur Ahmad.

Teknologi dipandang sebagai solusi untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih terstruktur, mempermudah pencatatan, monitoring, dan pelaporan kepada jamaah.

Selama sesi tersebut, para pengurus dikenalkan dengan SIROQIB, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mencatat transaksi, menyusun dokumentasi keuangan, serta menghasilkan laporan yang mudah diawasi dan dipertanggungjawabkan.

Pengelolaan keuangan masjid dianggap mencakup tiga pilar utama: pencatatan, pengendalian, dan pelaporan yang transparan. Ketiganya penting untuk memastikan dana umat dikelola secara tertib sesuai kapasitas dan aktivitas masing‑masing masjid.

Diharapkan, pemanfaatan SIROQIB dapat memperkuat kemampuan pengurus dalam mencatat transaksi, mendokumentasikan keuangan, dan menghasilkan laporan yang dapat dipantau secara real‑time.

Dengan meningkatkan literasi keuangan dan mengadopsi digitalisasi, Masjid At‑Tanwir menargetkan terciptanya tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di seluruh jaringan masjid Muhammadiyah.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id