Al-Ma'un: Pemberdayaan
Showing posts with label Pemberdayaan. Show all posts
Showing posts with label Pemberdayaan. Show all posts
Alat Efektif Pantau Keberlanjutan UMKM di Sidoarjo

Alat Efektif Pantau Keberlanjutan UMKM di Sidoarjo

Kotak infak yang ditempatkan di warung atau tempat usaha UMKM binaan Lazismu Sidoarjo kini berfungsi ganda: menjadi sarana monitoring perkembangan usaha sekaligus mendorong mustahik menjadi muzaki.

Tim Lazismu melakukan kunjungan setiap dua bulan, tidak hanya mengumpulkan infak dari kotak, tetapi juga menilai kondisi usaha penerima manfaat. Pendekatan sederhana ini memberi gambaran nyata tentang kelangsungan program pemberdayaan.

Monitoring lewat Kotak Infak

Program pemberdayaan UMKM Lazismu Sidoarjo diluncurkan setelah pandemi Covid-19 melanda ekonomi lokal, menyebabkan banyak usaha kecil tutup. Bersama Lazismu Pusat dan dukungan CSR Bank Mega Syariah, Lazismu Sidoarjo menyalurkan modal, peralatan, serta bantuan khusus untuk warung dan UMKM penyandang disabilitas.

Setelah bantuan diberikan, tim tidak meninggalkan penerima manfaat. Setiap dua bulan, petugas datang mengambil infak dan sekaligus memeriksa operasional usaha, menanyakan perkembangan penjualan, kendala, serta peluang baru.

Dengan cara ini, kotak infak menjadi titik temu antara donasi dan evaluasi, sekaligus menumbuhkan kebiasaan berbagi di kalangan penerima manfaat.

Kasus Bu Jujuk: Konveksi Bertahan Tiga Tahun

Salah satu contoh keberhasilan adalah Bu Zuariyah, yang lebih akrab disapa Bu Jujuk. Seorang single parent berusia 19 tahun, ia mengelola usaha konveksi sejak pandemi. Mengandalkan jaringan dalam organisasi sosial serta media sosial, Bu Jujuk berhasil menarik pesanan busana Muslim, seragam pengajian, dan pakaian acara.

Selama tiga tahun program, usahanya tetap berjalan dan ia mampu menyisihkan rata-rata Rp163.000 per bulan ke dalam kotak infak. Angka ini menjadi indikator perubahan: dari penerima bantuan menjadi penyumbang.

Peran Kotak Infak dalam Evaluasi Program

Data infak dan observasi lapangan memberikan gambaran lengkap tentang keberlanjutan usaha. Tim dapat mengidentifikasi UMKM yang masih membutuhkan dukungan tambahan, sekaligus menyoroti kisah sukses yang menginspirasi.

Hasil monitoring menjadi bahan pertimbangan dalam perbaikan program, memastikan bantuan tidak berhenti pada pemberian modal semata, melainkan berlanjut hingga usaha mencapai kemandirian ekonomi.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Donasi

Kotak infak Lazismu bertransformasi menjadi instrumen penting dalam proses monitoring dan evaluasi pemberdayaan UMKM. Melalui kunjungan rutin, Lazismu tidak hanya mengumpulkan infak, tetapi juga menilai dinamika usaha, membantu penerima manfaat mengatasi tantangan, dan mendorong mereka berkontribusi kembali kepada masyarakat.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
PP Muhammadiyah Sambut Inisiatif Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan dari WBSC

PP Muhammadiyah Sambut Inisiatif Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan dari WBSC

 


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima audiensi Women Business Syariah Community (WBSC) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (3/2). Audiensi tersebut diterima oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Jebul Suroso.

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka penyampaian penawaran kerja sama dari WBSC terkait program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya bagi kalangan perempuan.

Izzul Muslimin menyampaikan apresiasi dan sambutan positif atas inisiatif kerja sama yang ditawarkan WBSC. Menurutnya, program-program yang disampaikan memiliki keselarasan dengan komitmen Persyarikatan Muhammadiyah dalam mendorong kemandirian ekonomi umat serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Izzul juga mendorong agar WBSC dapat melibatkan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sebagai organisasi otonom perempuan Muhammadiyah dalam pelaksanaan program ke depan, sehingga sinergi yang dibangun semakin kuat dan berkelanjutan.

“Pada dasarnya Muhammadiyah sangat terbuka terhadap berbagai tawaran kerja sama, terlebih jika memberikan dampak positif bagi umat. Muhammadiyah memiliki perhatian besar terhadap penguatan ekonomi keumatan. Ke depan, WBSC dapat kami hubungkan dengan Lembaga Pengembangan UMKM PP Muhammadiyah serta Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah,” tegasnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi lintas lembaga yang dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret dan berkelanjutan bagi kemaslahatan umat dan masyarakat luas. (Rosti)

Sumber Berita:muhammadiyah.or.id