Al-Ma'un: Radjawali SCC
Showing posts with label Radjawali SCC. Show all posts
Showing posts with label Radjawali SCC. Show all posts
Lir‑Ilir Menggema di Pembukaan Muhammadiyah Zakat Summit 2026: Seni, Makna, dan Kebudayaan Nusantara

Lir‑Ilir Menggema di Pembukaan Muhammadiyah Zakat Summit 2026: Seni, Makna, dan Kebudayaan Nusantara

Suara tembang Lir‑Ilir menggema pada acara pembukaan Muhammadiyah Zakat Summit 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 6 November 2026, di Radjawali Semarang Cultural Center (SCC). Pertunjukan sendratari berisi lagu daerah dari seluruh Indonesia mengiringi iringan musik tradisional, menambah semarak suasana pertemuan nasional yang digelar oleh Lazismu Pusat.

Pesan dakwah Sunan Kalijaga melalui Lir‑Ilir menyatu dengan gerak tari, menegaskan peran budaya dalam menyebarkan nilai‑nilai Islam.

Makna Tembang Lir‑Ilir

Sunan Kalijaga memanfaatkan Lir‑Ilir sebagai media dakwah yang memadukan ajaran Islam dengan tradisi Jawa. Setiap bait mengandung filosofi yang mengajak manusia bangkit, memperbaiki diri, dan menjaga semangat hidup.

Ilir, tandure wis sumilir – artinya tanaman sudah mulai bersemi, mengingatkan agar manusia menyadari dan menghidupkan potensi diri.

Royo, tak sengga temanten anyar – melukiskan tanaman yang hijau bak pengantin baru, simbol pertumbuhan dan kebahagiaan yang harus dipelihara.

Cah angon, cah angon; Penekna blimbing kuwi; lunyu penekna – ajakan bagi sang gembala untuk memanjat pohon belimbing, meski licin, menandakan usaha menapaki lima rukun Islam dalam kehidupan.

Kanggo mbasuh dodotira; dodotira; Kumitir bedhah ing pinggir – mengingatkan pentingnya membersihkan dan memperbaiki diri sebelum menapaki tanggung jawab.

Dondomana jlumatana kanggo sebo mengko sore – pesan agar tidak menyia‑nyiakan waktu, mempersiapkan diri untuk masa depan.

Mumpung padhang rembulane; Mumpung jembar kalangane; Yo suraka, surak iyo.. – seruan untuk bersorak dan memanfaatkan kesempatan selagi cahaya masih bersinar.

Radjawali SCC: Panggung Seni Bertaraf Internasional

Gedung Radjawali Semarang Cultural Center, berlokasi di Jalan Kapten Piere Tendean No. 32, Sekayu, Semarang Tengah, menjadi latar pembukaan summit. Bangunan tersebut menggabungkan elemen hutan, laut, dan motif batik, menampilkan sinergi antara warisan tradisional dan desain modern.

Fasilitas internasional ini memberikan ruang bagi seniman untuk menampilkan karya berskala nasional hingga global, sekaligus menegaskan peran budaya sebagai identitas bangsa dalam forum zakat dan filantropi Muhammadiyah.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co