Tim Tari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta menyuguhkan penampilan terbaik dibandinkan tim dari 15 negara lain. Foto/istimewa
Prestasi gemilang kembali ditorehkan generasi muda Indonesia di kancah internasional. SMA Muhammadiyah 3 Jakarta mengharumkan nama Indonesia dengan medali emas World Dance Festival 2025 di Sejong University, Korea Selatan.
Ajang bergengsi ini diikuti peserta dari 16 negara. Dalam kompetisi tersebut, tim tari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta menampilkan tari Ratoo Jaroo dari Aceh tampil memukau dengan koreografi yang menggabungkan unsur budaya tradisional Indonesia dan sentuhan alat musik rebana mencuri perhatian dewan juri serta penonton internasional.
Foto/istimewa
Dengan gerakan yang energik, kompak, dan penuh makna, penampilan mereka dinobatkan sebagai yang terbaik, mengalahkan berbagai tim kuat dari negara-negara seperti Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Singapore, Mongolia, India, Brunei Darussalam dan beberapa negara lainnya yang ikut serta dalam ajang tersebut.
“Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah para siswa, serta team pelatih yang mendampingi,” ujar Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kebayoran Baru Syahrul Zamal MM, yang hadir bersama Kepala SMA Muhammadiyah 3 Suranti S.Pd.
Menurut dia, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di tingkat global, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada dunia.
Dia berharap prestasi SMA Muhammadiyah 3 Jakarta menginspirasi siswa-siswi lain, khususnya dalam pengembangan minat dan bakat. ”Kami bangga bisa membawa nama Indonesia dan nama sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan berdiri di podium tertinggi,” katanya. (*)
Foto bersama dengan guru BK, Waka Kesiswaan, dan Waka Humas Spemdalas beserta Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Tagar.co/Istimewa)
Tepat pukul 09.43, di bawah langit yang sedikit mendung, rombongan Bimbingan Konseling (BK) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik sampai di SMA Muhammadiyah 1 (SMA Muhi) Yogyakarta, Rabu (30/6/2025).
Mobil Spemdalas langsung diarahkan satpam SMA Muhi menuju halaman sekolah. Ketika turun dari mobil, guru BK SMA Muhi langsung menyambut dengan senyuman. Kami pun langsung diarahkan menuju ke Laboratorium IPS yang berada di lantai 3.
Rombongan Spemdalas yang terdiri dari Wakil Kepala Spemdalas bidang Kesiswaan Ichwan Arif, S.S., M.Hum, Waka bidang Humas Edy Kurniawan, S.Pd., dan 3 BK Spemdalas.
Dalam sambutan pertama, Kepala SMA Muhi Drs H Herynugroho, M.Pd. menyampaikan selamat datang rombongan dari Spemdalas. “Kami ucapkan selamat datang di SMA Muhi ini, semoga silaturahim ini memberikan manfaat bagi kedua sekolah,” katanya.
Dia memaparkan, SMA Muhi terus berupa meningkatkan pelayanan pada siswa yang berjumlah 1.200 lebih. Melalui BK, tegasnya, pelayanan terbaik pada siswa kami lakukan. “Kami memiliki 7 guru BK untuk bisa mendampingi siswa supaya mereka bisa belajar di sekolah ini dengan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus guru BK Edo Lestari, S.Pd., M.Psi. dalam kesempatan yang sama menjelaskan perihal program BK di SMA Muhi.
“Di SMA Muhi ada kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) sebagai wadah untuk mengembangkan potensi siswa dalam berprestasi, namun juga disertai dengan penguatan religi. Kemudian hasil dari kegiatan AMT tersebut akan didiskusikan kembali dengan siswa terkait rencana jangka pendek hingga rencana jangka panjang,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, ada kegiatan Sinergi Orang Tua da;am kegiayan Sinar Muhi. Hasil dari kegiatan AMT dan diskusi siswa tersebut akan didiskusikan kembali dengan orang tua melalui kegiatan Sinar.
“Kegiatan Sinar tersebut selain untuk menjalin silaturrahmi sekolah dengan orang tua, juga diharapkan dapat memperbaiki atau mempererat hubungan siswa dengan orang tua. Tema kegiatan ini disesuaikan dengan kebutuhan, berdasarkan asessment yg dilakukan kepada siswa,” katanya.
Diskusi delegasi Spemdalas dengan guru BK SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Tagar.co/Eliza)
Bidang Kesiswaan
Edo Lestari menjelaskan untuk bidang kesiswaan, SMA Muhi memiliki 40 ekstrakurikuler dengan jumlah 800 prestasi dalam setahun.
Untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi di ekstrakurikuler, sekolah melakukan supervisi kepada Pembina saat pembinaan. “Hal ini untuk memastikan pembinaan berjalan lancar,” katanya.
Selain melakukan pendampingan dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), SMA Muhi juga memiliki komunitas.
Penyerahan cenderamata buku karya siswa dan guru Spemdalas ke Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Tagar.co/Eliza)
“Komunitas ini untuk mewadahi talenta siswa yang belum tersalurkan di IPM. IPM itu kan ortom resmi di Muhammadiyah, maka komunitas ini akan diberi ruang dan guru pendamping oleh sekolah sehingga mereka bisa berkreasi di dalamnya. Ada MuhiMania, ada pencinta alam, sampai dengan perawatan kecantikan. Kan sekarang banyak siswa putri bawa make up, ini kita manfaat supaya mereka nantinya juga bisa membantu di tata rias anak teater. Komunitas ini nantinya di bawah IPM,” jelasnya.
Selain itu, tambahnya, keunggulan IPM SMA Muhi juga mengajak siswa di luar IPM untuk menjadi panitia di kegiatan sekolah.