Showing posts with label Silat. Show all posts
Showing posts with label Silat. Show all posts
Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Jakarta Timur IV Siap Hadirkan Ribuan Pesilat

Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Jakarta Timur IV Siap Hadirkan Ribuan Pesilat

 

Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Jakarta Timur tahun ini akan digelar dua hari lagi. Menjelang pelaksanaannya, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Jakarta Timur bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar technical meeting di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (24/8/2025).

Pertemuan teknis ini dihadiri perwakilan IPSI Kota Jakarta Timur dan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur. Agenda ini membahas kesiapan kejuaraan, tata tertib pertandingan, hingga hal teknis lainnya demi kelancaran jalannya kompetisi.

Kejuaraan yang akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2025 di GOR Ciracas, Jakarta Timur ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional.

Event tahunan ini diperkirakan diikuti  sekitar 2.000 peserta dari berbagai tingkatan, mulai usia dini, pra remaja, remaja hingga dewasa. Peserta berasal dari sekolah, perguruan pencak silat, hingga universitas yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia.

Wali Kota Jakarta Timur, Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si, bersama Ketua IPSI Jakarta Timur, Porseda Risman, menyampaikan harapannya agar kejuaraan ini dapat menjadi ajang untuk menjaring bibit-bibit atlet pencak silat potensial yang kelak bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Jakarta Timur, kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah silaturahmi antarperguruan serta momentum menguatkan eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. (*)

Penulis: Jamal Ismail

Jakartamu.com

Kisah Orang Belanda, Ischa Swartz Jatuh Cinta dengan Tapak Suci Muhammadiyah

Kisah Orang Belanda, Ischa Swartz Jatuh Cinta dengan Tapak Suci Muhammadiyah



Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) menggelar Kejuaraan Dunia ke-II Pencak Silat di Malang mulai 31 Juli sampai dengan 3 Agustus 2025.

Pada sesi pembukaan yang digelar pada Jumat malam (1/8) disemarakkan dengan penampilan seni tunggal pria dari kader TS asal Negeri Kincir Angin, Belanda yaitu Ischa Swartz.

Ketika diwawancara oleh media loka, Ischa Swartz telah terjun di dunia pencak silat khususnya Tapak Suci selama 31 tahun. Sebelum ke Tapak Suci, Ischa sempat belajar aliran pencak silat lain. Namun Tapak Suci tempat ia melabuhkan cintanya.

“Saya mulai pencak silat sejak umur saya 14 tahun di Belanda, dulu di aliran lain. Dan setelah empat tahun saya ikut Tapak Suci tahun 1994, dan saya sudah senang di dalam Tapak Suci,” ungkapnya.

Di Tapak Suci, Ischa pada masa awal latihan rutin seminggu sekali, kemudian dengan kenaikan tingkat pada beberapa tahun selanjutnya intensitas latihan menjadi empat kali dalam seminggu.

Hingga kemudian pada tahun 2021 dia pertama kali ikut latihan di Indonesia dan naik tingkat menjadi Kader Muda. Sejak awal mengenal Tapak Suci, rasa kagum, hormat dan cintanya tidak pernah luntur.

“Saya selalu senang di dalam Tapak Suci, gerakannya, dengan orang selalu baik dan ramah, dan keilmuan yang baik. Saya sudah di Tapak Suci sudah 31 tahun sudah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Ischa Swartz menyampaikan bahwa dirinya akan komitmen mengembangkan Tapak Suci di Belanda, bahkan di beberapa negara Eropa. Kecintaannya ke Tapak Suci sebagai tradisi beladiri asli Indonesia.

Sumber tulisan:muhammadiyah.or.id

Tapak Suci Mendunia: 763 Pesilat dari 24 Negara Berlaga di Tapak Suci World Championship 2

Tapak Suci Mendunia: 763 Pesilat dari 24 Negara Berlaga di Tapak Suci World Championship 2


Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2 yang berlangsung pada Jumat (1/8) di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang resmi dibuka.

Acara bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, dan Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menyebut bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 763 peserta yang berasal dari 24 negara dari seluruh dunia. Mengawali perjalanannya di tapak suci pada tahun 1975, Muhadjir juga turut mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian-pencapaian dan kiprah dari Tapak Suci Muhammadiyah.

“Saya kenal Muhammadiyah juga melalui tapak suci di kota malang sejak tahun 1975. Berbanggalah kalian yang menjadi anggota tapak suci putra Muhammadiyah. Tapak suci adalah bagian dari perguruan silat Indonesia, Maka kalian harus berbangga karena kalian meniti talenta di dunia persilatan,” ujar Muhadjir.

Kemudian, sebuah agenda menarik juga turut tersaji dalam acara kejuaraan dunia ini. Dalam agenda internasional tersebut, turut dikukuhkan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci yaitu Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti merasa terhormat atas penghargaan yang telah diberikan. Abdul Mu’ti juga turut memberikan pesannya kepada seluruh kader untuk senantiasa menegakkan keadilan dan akhlak mulia yang mana hal tersebut sesuai dengan motto Tapak Suci “Dengan iman dan akhlak kita menjadi kuat, dan tanpa iman dan akhlak kita menjadi lemah”.

“Kita memiliki integritas dan tanggung jawab bersama sebagaimana membangun generasi yang memiliki kekuatan iman, akhlak, ilmu, dan mental. Dengan kekuatan itu kita akan memiliki generasi yang kuat, generasi yang akan melanjutkan dan menyempurnakan perjuangan kita serta generasi yang senantiasa membawa dan menyebarluaskan dakwah Muhammadiyah ke penjuru dunia,” ujar Mu’ti.

Selanjutnya, ia juga turut menambahkan apresiasi atas kiprah Tapak Suci Muhammadiyah. Penyelenggaraan acara kejuaraan dunia ini menurutnya merupakan satu bukti nyata kontribusi tapak suci dalam membangun generasi Indonesia yang kuat, generasi yang hebat.

Ia juga turut mengapresiasi peran Tapak Suci sebagai Duta Muhammadiyah di mana kiprahnya telah menjadikan tapak suci bukan sekedar olahraga belaka, melainkan juga bagian dari pembentukan karakter yang didasari oleh olah pikiran, rasa, dan hati.

“Tapak Suci telah menjadi duta muhammadiyah bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Langkah ini tentu patut didukung untuk menjadikan tapak suci tidak hanya sebagai olahraga, namun juga menjadikannya sebagai bagian dari pembentukan karakter dengan olah pikir, olah rasa dan olah hati,” ucapnya.

Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo mengungkap bahwa capaian gemilang yang telah digapai tapak suci akan terus diusahakan agar dapat meningkatkan kualitas kader dan atlet.

“Untuk terus menggapai capaian yang gemilang, pada saat muktamar tapak suci yang lalu telah mengamanatkan kepada kita untuk meningkatkan kualitas kader dan atlet. Oleh karena itu, kita membuat petak jalan bagaimana agar atlet kita berkualitas, siswa kita berkarakter, dan bisa mempertahankan tradisi yang ada,” jelas Afnan. (Bhisma)

Sumber tulisan:muhammadiyah.or.id