Al-Ma'un: Wilayah 3T
Showing posts with label Wilayah 3T. Show all posts
Showing posts with label Wilayah 3T. Show all posts
Sinergi LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS Perkuat Kaderisasi Dai di Daerah 3T

Sinergi LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS Perkuat Kaderisasi Dai di Daerah 3T

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus menggandeng pondok pesantren serta ma’had dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk menutup kekosongan tenaga dai di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pertemuan Strategis di Surabaya

Pada Jumat, 6 November 2026, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Ustad Muchamad Arifin, bertemu dengan pimpinan Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di sela-sela Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke‑XXXIII yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Diskusi melibatkan KH. Yayuli selaku kepala pondok dan Muk Andhim sebagai sekretaris.

Menjembatani Kebutuhan Dai di Daerah Terpencil

Arifin menekankan bahwa kebutuhan tenaga dakwah di kawasan pinggiran masih jauh dari cukup. Ia menegaskan bahwa penempatan dai bukan semata‑mata tanggung jawab LDK, melainkan harus didukung oleh seluruh potensi kaderisasi PTMA, termasuk pesantren dan ma’had yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Pesantren dan ma’had PTMA memiliki peran strategis. Kami memerlukan dai yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Pondok Shabran UMS Sebagai Contoh Praktis

Pondok Shabran UMS dipuji sebagai mitra utama LDK PP Muhammadiyah karena secara konsisten menyediakan kader dai untuk program pengiriman ke berbagai daerah. Arifin mengajak lembaga lain di jaringan PTMA untuk meneladani kontribusi pondok tersebut, sehingga jaringan dakwah dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang belum memperoleh pendampingan memadai.

Tugas Dai di Wilayah 3T Lebih Dari Sekadar Ceramah

Menurut Arifin, peran dai di daerah 3T tidak boleh terbatas pada penyampaian khotbah atau pengajian. Dai harus mampu membangun kedekatan dengan warga, memahami persoalan setempat, memberikan pendampingan, serta mendorong pemberdayaan dan ketahanan sosial.

"Dakwah harus hadir bersama masyarakat, menyentuh kebutuhan nyata, dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar penyampaian pesan agama, melainkan upaya memberdayakan dan mencerahkan kehidupan," tambahnya.

Harapan Ke Depan

Sinergi antara LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS diharapkan terus memperkuat gerakan kaderisasi dai serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pesantren dan ma’had PTMA lainnya. Dengan dukungan kolektif, dakwah Muhammadiyah dapat menembus pelosok negeri dan memberikan sentuhan positif bagi masyarakat yang paling membutuhkan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id