Lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah‑Aisyiyah (PTMA) diibaratkan sebagai pendaki yang menyiapkan segala perlengkapan serta pengetahuan sejak masa perkuliahan, agar siap menghadapi medan kehidupan setelah wisuda.
Persiapan Seperti Mendaki Gunung
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, pada acara wisuda ke‑15 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa 15 September. Ia menegaskan, “Persiapkan masa depan Anda sebagaimana seorang pendaki menyiapkan peralatan dan cara penggunaannya. Tanpa perbekalan yang tepat, perjalanan tak akan berhasil.”
Setelah toga, para alumni akan berjumpa dengan kenyataan; ilmu yang dipelajari di kelas dan pengalaman organisasi harus segera diterapkan dalam dunia kerja atau kegiatan lainnya.
Dahlan Rais menambahkan, dalam kehidupan bermasyarakat lulusan akan menemui tantangan bak badai, hujan deras, bahkan angin kencang. Persiapan matang menjadi bekal untuk melewati segala rintangan dengan selamat dan meraih kesuksesan.
Jalur Karier Lulusan PTMA
Menurut pengamatannya, ada tiga pilihan utama yang biasanya diambil oleh lulusan PTMA. Pilihan pertama adalah langsung terjun ke dunia kerja. Memasuki dunia profesional bukanlah langkah yang keliru; setiap lulusan berhak menentukan arah kariernya.
Pilihan kedua adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2). Saat ini banyak yang sekaligus bekerja sambil menempuh studi S2, karena gelar magister sudah menjadi standar umum di Indonesia.
Pilihan ketiga, yang lebih jarang, adalah melanjutkan ke jenjang doktor (S3). Dahlan mencatat, “Perkembangan kini membuat S2 terasa biasa, bahkan dosen yang sudah berkarier kini dituntut melanjutkan hingga S3.”
Pesan Moral dan Spiritual
Mengutip Surat Al‑Insyirah ayat 7, ia mengingatkan agar wisuda tidak dianggap sebagai akhir pembelajaran. Setiap selesai satu tugas, harus segera menyiapkan langkah selanjutnya.
“Jangan sia-siakan waktu,” tegasnya. “Isi hidup dengan amal saleh dan lakukan sesuatu yang produktif, sekecil apapun itu.”