Ini adalah tanggung jawab di hadapan Allah, mudah-mudahan masuk ke dalam hati dan bisa mengubah perilaku agar bermanfaat untuk masyarakat, umat dan bangsa
Gorontalo (ANTARA) - Ustadz Abdul Somad (UAS) mengingatkan seluruh personel Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta integritas sebagai abdi negara karena personel Polri digaji oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ini adalah tanggung jawab di hadapan Allah, mudah-mudahan masuk ke dalam hati dan bisa mengubah perilaku agar bermanfaat untuk masyarakat, umat dan bangsa," kata UAS saat tausiah di Masjid Adzikro Polda Gorontalo, Sabtu.
Ia mengapresiasi Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Nurworo Danang beserta jajaran pejabat utama dan pengurus Bhayangkari yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
UAS berharap kegiatan penguatan spiritual tersebut dapat membangkitkan atau meningkatkan semangat religius anggota Polri.
Jika semangat religius setiap personel Polri telah bangkit serta nilai spiritualnya semakin dipertajam, maka apabila disandingkan dengan hati yang terang atas cahaya iman, katanya, maka perilaku juga akan baik dan membawa keberkahan dan kesuksesan.
"Saya juga mengapresiasi tradisi keagamaan yang telah berjalan di lingkungan Polda Gorontalo, dimana setiap hari Rabu rutin digelar khataman Al Quran, pembacaan surat Yasin beserta perenungan maknanya dan penyampaian tausiah mingguan," kata UAS.
Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Nurworo Danang di Kabupaten Gorontalo mengatakan kegiatan yang dihadiri UAS tersebut menjadi momentum penting bagi jajarannya untuk memperkuat nilai spiritual, membangun karakter berintegritas, serta menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, keimanan dan ketakwaan merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi personel yang berakhlak mulia, dimana dengan landasan spiritual yang kuat, setiap anggota Polri diharapkan mampu mengendalikan diri, menjunjung tinggi kejujuran, dan menghindari perbuatan yang bertentangan hukum.
Selain itu personel Polri diharapkan semakin memahami tugas kepolisian bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan bentuk pengabdian kepada bangsa, negara dan masyarakat yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan Polri yang profesional, humanis dan semakin dipercaya oleh masyarakat," ucapnya.