Al-Ma'un
Menggugah Kebiasaan Qur'ani: Upaya Membentuk Muslim Progresif di PP Muhammadiyah Yogyakarta

Menggugah Kebiasaan Qur'ani: Upaya Membentuk Muslim Progresif di PP Muhammadiyah Yogyakarta

Dalam rangka menanamkan nilai‑nilai Al‑Qur’an sebagai landasan perilaku, PP Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Pengajian Bulanan Karyawan Pimpinan Pusat dengan tema “Qur’an Habit, Menjadi Muslim Berkemajuan” pada Rabu, 9 September.

Memahami Qur’an Habit

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah DIY, Syahdara Anisa Makruf, menekankan bahwa membentuk kebiasaan yang berakar pada ajaran Qur’an memerlukan konsistensi dan kesadaran. Kebiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas membaca, melainkan penerapan nilai‑nilai suci dalam aktivitas harian.

Disiplin Waktu Melalui Salat

Menurut Anisa, menegakkan salat lima waktu tepat pada waktunya menjadi latihan pertama yang menumbuhkan rasa menghargai waktu. Kebiasaan ini, ia kaitkan dengan ajaran Surah Al‑‘Asr yang menekankan pentingnya memanfaatkan setiap detik untuk amal saleh.

“Di keluarga kami, pondasi utama bukan hanya kecerdasan akademik, melainkan ketepatan melaksanakan salat lima waktu,” ujarnya.

Mengelola Emosi lewat Pemahaman Qur’an

Selain melaksanakan salat, membaca Al‑Qur’an disertai tafsir menjadi sarana menenangkan hati dan mengasah kemampuan mengendalikan emosi. Anisa menegaskan bahwa ketenangan batin membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak.

Integritas dan Loyalitas dalam Persyarikatan

serta loyalitas kepada Muhammadiyah dianggap habit wajib bagi setiap anggota. Loyalitas, kata Anisa, lebih dari sekadar partisipasi aktif; ia mencakup penjagaan amanah dan nilai‑nilai organisasi.

Budaya Asertif Sesuai Ajaran Al‑Qur’an

Budaya asertif, yakni kemampuan menyampaikan pendapat atau batasan secara tegas tanpa menyakiti orang lain, selaras dengan Surah Al‑Baqarah ayat 83 yang menyerukan tutur kata baik antar sesama.

Dalam konteks kerja, setiap individu diharapkan memahami batasan tugasnya, menyampaikan keberatan secara konstruktif, dan tetap menghormati rekan kerja.

Refleksi Diri Sebagai Kebiasaan Berkualitas

Refleksi diri menjadi langkah lanjutan setelah memahami nilai Qur’an. Dengan menilai kembali tindakan pribadi, seseorang dapat mengidentifikasi kekurangan dan merancang perbaikan berkelanjutan.

Keseluruhan upaya Qur’an habit ini bertujuan menjadikan nilai‑nilai Al‑Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi hidup dalam setiap tindakan—dari disiplin waktu, pengelolaan emosi, integritas, asertif, hingga introspeksi diri.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
PT MPN Siapkan Menara Mentari Baru di Yogyakarta untuk Dukung Bisnis Muhammadiyah

PT MPN Siapkan Menara Mentari Baru di Yogyakarta untuk Dukung Bisnis Muhammadiyah

PT MPN yang merayakan sepuluh tahun berdiri sejak 14 Januari 2016 mengumumkan rencana pembangunan gedung perkantoran baru di Jalan Kenari, Umbulharjo, Yogyakarta.

Jadwal dan Tahapan Pembangunan

Direktur Utama Achmad Mirza menyatakan bahwa proyek ini resmi dimulai dengan acara kick‑off pada peringatan Milad ke‑10 PT MPN pada Januari lalu, sementara pekerjaan konstruksi dijadwalkan dimulai pada September 2024.

Mirza menambahkan, target penyelesaian dan peresmian gedung diharapkan tercapai sebelum Muktamar tahunan, walaupun sebagian pekerjaan mungkin belum selesai 100 persen pada saat itu.

Desain Menara Mentari

Gedung yang diberi nama Menara Mentari direncanakan memiliki tujuh lantai dengan fungsi beragam. Lantai dasar akan dipakai untuk ruang bisnis publik seperti kafe dan minimarket “Mentari Mart”, serta area ibadah berupa masjid. Lantai‑lantai di atasnya akan menjadi ruang kantor inti PT MPN serta kantor bagi unit‑unit usaha milik Muhammadiyah yang belum memiliki fasilitas sendiri.

“Kami ingin menyiapkan ruang yang dapat disewa oleh Badan Usaha Milik Muhammadiyah lain, sehingga menambah nilai ekonomi dan sinergi antar‑unit,” ujar Mirza dalam wawancara pada 8 September.

Komitmen Strategis

PT MPN menegaskan tekadnya untuk terus menjadi garda terdepan dalam bidang pembangunan dan konstruksi bagi seluruh entitas bisnis Persyarikatan Muhammadiyah, dengan menekankan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan pada setiap proyek.

Dengan Menara Mentari, perusahaan berharap dapat memperkuat operasional internal sekaligus menyediakan fasilitas yang mendukung pertumbuhan usaha anggota Muhammadiyah secara lebih luas.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Kader IPM Bawean Tempuh 10 Jam Laut ke Gresik untuk Musyda ke-23: Pengalaman dan Harapan Baru

Kader IPM Bawean Tempuh 10 Jam Laut ke Gresik untuk Musyda ke-23: Pengalaman dan Harapan Baru

Delapan belas jam sebelum Musyda IPM Kabupaten Gresik dimulai, tujuh kader utama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Bawean berangkat dari pulau mereka menggunakan kapal feri Gili Iyang. Perjalanan laut yang memakan waktu sekitar sepuluh jam tidak mengurangi semangat mereka untuk berpartisipasi dalam Musyda ke-23 yang digelar pada 11–13 September 2026.

Daftar Kader yang Mengikuti Musyda

Rom­bang terdiri dari ketua umum PC IPM Bawean Ilham Novian Ramadani bersama Saylul Asasi, Rafif Zidane Naufaldi, Rivaldi Nabil Bahtiar, M. Aghil Ardieansyah, Khanitatul Imaniyah, dan Frishella Agustun. Tiga kader dari Ranting IPM – Diana Bathreza, Muhammad Alfath Yuliansyah, serta Putri Kaysatus Syafaqah – berangkat lebih dulu, sehingga total sepuluh kader mewakili Bawean dalam forum tersebut.

Harapan Pembina Terhadap Perjalanan

Pembina PC IPM Bawean, Eklis Dinika, menekankan bahwa kehadiran di Musyda bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari proses belajar. Ia mengungkapkan, “Semoga sepuluh orang ini menemukan jati diri masing‑masing melalui interaksi, sehingga mereka dapat mengenali bakat, minat, kemampuan, dan keahlian mereka.”

Eklis menambahkan bahwa pengalaman berorganisasi di tingkat kabupaten diharapkan memperluas wawasan, membangun karakter, serta melatih kemampuan pengambilan keputusan dan tanggung jawab.

Manfaat dan Tantangan Bagi Kader Bawean

Perjalanan panjang menjadi arena latihan kaderisasi; di atas kapal mereka berdiskusi, menyiapkan materi, dan memperkuat ikatan tim. Sesampainya di Gresik, para kader bertemu rekan‑rekan IPM dari berbagai wilayah, memperluas jejaring, serta menyerap dinamika organisasi setempat.

Menurut Eklis, pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan di Musyda diharapkan tidak berhenti di sana. Kader diharapkan membawa pulang insight baru untuk memperkaya kegiatan IPM di Bawean dan menginspirasi generasi selanjutnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari tagar.co
Muhammadiyah Kirim Bantuan Medis dan 1.400 Paket Rendangmu untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur

Muhammadiyah Kirim Bantuan Medis dan 1.400 Paket Rendangmu untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur

Organisasi Muhammadiyah kembali menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah Manggarai Timur. Bantuan mencakup dukungan operasional Posko Muhammadiyah untuk Tim Medis Darurat (EMT) Type 1 Fixed serta distribusi 1.400 paket makanan tradisional Rendangmu.

Penyerahan di Lapangan

Upaya penyaluran dilakukan pada Ahad, 6 September, dan berpusat di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah, Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur Tintin, Camat Lamba Leda Utara Emilianus Sarjanit, serta perwakilan Lazismu dan 27 relawan medis EMT.

Komitmen Kemanusiaan Muhammadiyah

Hilman Latief menegaskan bahwa partisipasi Muhammadiyah dalam situasi darurat mencerminkan semangat kolektif dan solidaritas. "Misi kemanusiaan kami berlandaskan tolong‑menolong. Tim EMT dipersiapkan selama bertahun‑tahun sesuai standar WHO agar dapat beroperasi profesional di mana pun bencana terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, organisasi akan terus mendampingi proses pemulihan Manggarai Timur, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Koordinasi dan Pelayanan Kesehatan

Budi Setiawan menjelaskan bahwa MDMC mengaktifkan jaringan koordinasi sejak hari pertama gempa, melibatkan Posko Nasional di Yogyakarta, Posko Wilayah di Ende, serta posko‑posko daerah di kabupaten terdampak. Rumah Sakit Lapangan EMT beroperasi dengan dua rotasi tim selama sebulan, menggandeng tenaga kesehatan lokal dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kesehatan dan pendidikan tidak boleh terhenti saat bencana. Bersama Kementerian Pendidikan, kami merancang ruang kelas darurat agar anak‑anak tetap dapat belajar tanpa trauma berlarut," tambah Budi.

Respons Lokal dan Kerusakan

Camat Emilianus Sarjanit mengapresiasi respons cepat Muhammadiyah, mengingat wilayahnya masih merasakan dampak sejak 15 Agustus 2026. Menurutnya, 2.294 rumah mengalami kerusakan parah dan 8.333 jiwa masih mengungsi di tenda.

Dua puskesmas, Dampek dan Beleng, serta sekitar 80 % fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat, memaksa layanan kesehatan dan pembelajaran berlangsung di tenda darurat.

Tantangan Dinas Kesehatan

Tintin, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, mengungkapkan kesulitan awal akibat terputusnya jaringan komunikasi dan kesiapsiagaan yang terbatas. Dari 29 puskesmas di wilayah tersebut, 12 berada dalam kondisi kritis (kategori merah) dan seluruh peralatan medis tidak dapat diselamatkan.

"Kehadiran MDMC, EMT Muhammadiyah, serta sukarelawan universitas sangat mempercepat proses pemulihan. Layanan Rumah Sakit Lapangan menjadi kunci utama," tuturnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Mediator Timur Tengah Dorong Kesepakatan Iran‑AS, Qatar Tekankan Persiapan Daya Tawar

Mediator Timur Tengah Dorong Kesepakatan Iran‑AS, Qatar Tekankan Persiapan Daya Tawar

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al‑Ansari, mengungkap pada Senin bahwa Doha bersama sekutu-sekutu mediator di wilayah tersebut tengah menyusun rancangan perjanjian antara Tehran dan Washington hingga tercapai keseimbangan tawar menawar yang memadai.

Langkah-Langkah Negosiasi

Menurut Al‑Ansari dalam wawancara dengan CNN, pihaknya berupaya memastikan semua komponen penting tersedia dan dapat disusun sebelum kekuatan pengaruh dibutuhkan. Ia menekankan pentingnya menata unsur‑unsur tersebut agar dapat dimasukkan ke dalam kesepakatan pada saat yang tepat.

Ia juga menambahkan bahwa mekanisme pengaruh yang dipakai masing‑masing pihak akan tercermin dalam ketentuan akhir perjanjian.

Ketegangan di Selat Hormuz

Al‑Ansari mengkritik anggapan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat diterima sebagai kondisi baru, memperingatkan bahwa konsekuensi negatif dari gangguan jalur laut itu akan segera dirasakan oleh semua pihak terkait.

Latar Belakang Konflik

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sasaran di Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan balasan dari pihak Teheran. Upaya meredam permusuhan sempat tampak berhasil ketika kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni, namun benturan kembali muncul tak lama setelahnya.

Upaya mediasi yang dipimpin Qatar ini diharapkan dapat menstabilkan situasi dan membuka jalan bagi penyelesaian damai yang berkelanjutan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Aceh dan Sumatera Utara, Kota Besar Siap Dihadapi Awan Tebal

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Aceh dan Sumatera Utara, Kota Besar Siap Dihadapi Awan Tebal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga di Aceh dan Sumatera Utara untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan deras hingga sangat deras pada hari Selasa.

Faktor Pembentukan Awan dan Daerah Risiko

Menurut prakiraan yang disampaikan oleh forecaster BMKG Miftah Ali, pertumbuhan awan hujan dipicu oleh terbentuknya zona konvergensi dan konfluensi di beberapa bagian wilayah Indonesia.

Zona konvergensi meliputi perairan barat Aceh sampai pesisir barat Aceh, Laut Flores, Laut Arafuru, Laut Banda, serta wilayah Papua Tengah hingga Papua. Sementara itu, zona konfluensi terdeteksi di bagian utara Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, dan daerah utara Papua.

Prediksi Cuaca di Kota-Kota Besar Barat

Kota Tanjung Selor diperkirakan berpotensi mengalami hujan petir. Sedangkan Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin hanya diprediksi akan mengalami hujan ringan.

Wilayah Banda Aceh, Jakarta, Serang, dan Surabaya cenderung berawan hingga berawan tebal. Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, dan Samarinda berisiko mengalami kabut, sementara Padang diperkirakan akan mengalami asap atau kabut.

Cuaca di Bagian Timur Indonesia

Di kawasan timur, hujan diperkirakan turun di Nabire, sementara hujan ringan berpotensi menyentuh Mamuju, Palu, Sorong, dan Jayawijaya.

Kota Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Manado, Ambon, dan Jayapura diproyeksikan berawan hingga berawan tebal, dengan potensi udara kabur di Merauke.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Cerah Berawan Sepanjang Hari dengan Hujan Ringan di Timur dan Selatan

Cerah Berawan Sepanjang Hari dengan Hujan Ringan di Timur dan Selatan

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jakarta diperkirakan akan mengalami kondisi cerah berawan pada hari Senin, mulai dari pagi hingga malam.

Prakiraan Cuaca Menurut Waktu

Pada pukul 07.00 WIB, mayoritas area Jakarta diprediksi berawan cerah, kecuali Kepulauan Seribu yang hanya berawan. Menjelang 10.00 WIB, kondisi serupa tetap berlanjut, sementara Jakarta Pusat diperkirakan akan lebih cerah.

Suhu udara di pagi hari diperkirakan berada di kisaran 27‑32 °C dengan kecepatan angin antara 1‑7 km/jam.

Di tengah hari, sekitar pukul 13.00 WIB, seluruh wilayah Jakarta diproyeksikan tetap cerah berawan, dengan suhu naik menjadi 28‑35 °C dan angin berkecepatan 8‑16 km/jam.

Memasuki sore, pada pukul 16.00 WIB, sebagian daerah seperti Jakarta Timur dan Jakarta Selatan berpotensi mengalami hujan gerimis ringan, sementara Kepulauan Seribu tetap berawan cerah. Suhu diperkirakan berada di antara 28‑31 °C dan kecepatan angin 12‑14 km/jam.

Menjelang malam, sekitar pukul 22.00 WIB, hampir seluruh Jakarta diperkirakan tetap cerah berawan, kecuali Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang kemungkinan besar akan berada dalam awan tebal. Suhu malam diperkirakan stabil pada 28 °C dengan angin berkecepatan 2‑8 km/jam.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Rutinitas Harian Orangutan Kalimantan: Dari Kanopi hingga Ancaman Habitat

Rutinitas Harian Orangutan Kalimantan: Dari Kanopi hingga Ancaman Habitat

Ketika orangutan Kalimantan muncul dalam imajinasi banyak orang, biasanya terbayang primata berbuluh cokelat kemerahan yang meluncur di antara dahan-dahan. Realitas di lapangan, bagaimanapun, jauh lebih dinamis; selain mengayun di pepohonan, mereka menjalani serangkaian aktivitas yang meliputi pencarian makanan, perjalanan melintasi wilayah, pembangunan sarang, serta perawatan anak sambil menghindari ancaman.

Hidup di Kanopi: Lebih dari Sekadar Bergantung pada Pohon

Orangutan termasuk spesies arboreal; mayoritas waktunya dihabiskan di atas kanopi. Dari ketinggian, mereka dapat mengamati sumber makanan, berpindah ke lokasi lain, beristirahat, dan menyiapkan tempat tidur darurat. Tubuh berotot dan lengan yang panjang memungkinkan perpindahan dari satu ranting ke ranting lain dengan mudah. Meskipun demikian, dalam situasi tertentu mereka turun ke tanah, misalnya saat mencari buah yang jatuh atau menyeberangi celah antar‑hutan.

Pola Makan yang Variatif

Buah merupakan komponen utama diet, namun tidak menutup kemungkinan mereka memakan daun, kulit kayu, bunga, atau bagian lain dari tumbuhan. Ketersediaan makanan berfluktuasi sesuai musim dan kondisi hutan; ketika buah melimpah, waktu yang dihabiskan untuk makan meningkat drastis. Penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) mencatat bahwa individu bernama Alba di Taman Nasional Bukit Baka‑Bukit Raya menghabiskan lebih dari setengah waktu aktifnya (sekitar 56 % ) untuk aktivitas makan.

Pergerakan Menyusuri Sumber Makanan

Orangutan tidak menetap pada satu pohon; mereka berkeliling mengikuti keberadaan buah. Jika pohon berbuah berada jauh, mereka harus menempuh jarak yang cukup panjang. Fragmentasi hutan memperburuk situasi karena jalur alami terputus, memaksa mereka menempuh rute yang lebih berbahaya atau melewati area yang terbuka. BOS melaporkan bahwa populasi Kalimantan kini terpecah‑belah, hanya bertahan di beberapa kawasan hutan yang masih terhubung.

Pembuatan Sarang untuk Istirahat

Menjelang malam, orangutan menyusun “tempat tidur” sederhana dengan mengikat ranting dan daun di atas cabang yang kuat. Tinggi sarang biasanya berada di antara 16‑20 meter dari permukaan tanah, memberikan keamanan dari predator dan gangguan. Pengamatan pada induk Manggo dan anaknya Melki di Hutan Lindung Bukit Batikap menunjukkan kebiasaan tidur bersama, menegaskan peran sarang sebagai ruang keluarga.

Proses Pembelajaran Anak

Anak orangutan menghabiskan tahun‑tahun awalnya meniru ibu dalam menemukan makanan, menavigasi kanopi, memilih lokasi aman, hingga membangun sarang. Ketergantungan ini menuntut keberadaan induk yang sehat dan habitat yang tidak terganggu; bila hutan rusak, proses pendidikan ini dapat terhenti.

Kehidupan Soliter

Berbeda dengan primata lain yang hidup berkelompok, orangutan cenderung beraktivitas secara individu. Interaksi hanya terjadi ketika ada sumber makanan melimpah atau dalam konteks ibu‑anak. Oleh karena itu, keberadaan satu individu di suatu area tidak menandakan tidak ada orangutan lain; masing‑masing memiliki wilayah jelajah yang dapat tumpang‑tindih pada waktu yang berbeda.

Hutan sebagai Sumber Segalanya

Kanopi, tanah, dan semua lapisan hutan menyediakan makanan, tempat berlindung, serta ruang bergerak. Orangutan dapat ditemui di hutan mangrove, karst, dataran rendah, serta rawa gambut, meskipun konsentrasi tertinggi berada di hutan tropis dataran rendah. Kerusakan ekosistem berarti kehilangan “dapur”, “tempat tidur”, dan “kelas belajar” bagi mereka.

Ancaman dan Upaya Konservasi

Kebakaran, penebangan, serta fragmentasi mengancam kelangsungan hidup orangutan. Api tidak hanya menghancurkan vegetasi, tetapi juga menghasilkan asap berbahaya. Hilangnya habitat memaksa primata ini mendekati perkebunan atau pemukiman, meningkatkan potensi konflik dengan manusia. BOS menekankan pentingnya langkah terpadu: pencegahan kebakaran, patroli, mitigasi konflik, serta rehabilitasi lahan yang telah rusak.

Secara keseluruhan, keberlangsungan orangutan Kalimantan tergantung pada kesehatan hutan tempat mereka tinggal. Setiap pohon, setiap aliran air, dan setiap celah hijau berperan dalam menopang siklus hidup mereka, mulai dari mencari buah hingga membesarkan generasi berikutnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Dampak Mematikan Karhutla pada Habitat Kalimantan

Dampak Mematikan Karhutla pada Habitat Kalimantan

Seekor orangutan Kalimantan jantan dewasa bernama Sempurna ditemukan dalam kondisi lemah dengan gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus. Warga setempat melaporkan temuan tersebut kepada otoritas, sehingga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera mengevakuasi hewan itu.

Sempurna mendapat terapi oksigen serta cairan intravena, namun kesehatannya terus menurun dan akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB. Pemeriksaan nekropsi pada 1 September mengungkapkan perubahan patologis pada paru‑paru, jantung, dan ginjal. Paru‑paru menunjukkan kongesti serta atelektasis parsial, yang diduga dipicu oleh paparan asap kebakaran, mengakibatkan hipoksia akut dan kegagalan kardiovaskular.

Dampak Kebakaran Hutan terhadap Orangutan

Hutan tropis bukan sekadar tempat berlindung bagi orangutan (Pongo pygmaeus); pepohonan menyediakan makanan, jalur pergerakan, sarang, dan ruang istirahat. Ketika kebakaran melanda, vegetasi yang menjadi sumber makanan menghilang, dan jaringan hutan terfragmentasi menjadi pulau‑pulau kecil.

Fragmentasi ini memaksa orangutan mencari sumber makanan di luar hutan, sering kali menginjak wilayah pertanian atau pemukiman manusia. Konflik manusia‑satwa pun meningkat, seperti evakuasi tiga orangutan pada Agustus 2026 di Ketapang yang dilakukan oleh tim gabungan BKSDA, Balai Taman Nasional Gunung Palung, YIARI, dan warga setempat.

Bahaya Asap bagi Kesehatan Satwa

Kasus Sempurna menegaskan bahwa ancaman kebakaran tidak terbatas pada api yang menyentuh tubuh. Asap tebal yang menyebar ke seluruh kawasan dapat menurunkan kualitas udara, memicu gangguan pernapasan, dan memperparah kondisi kesehatan satwa. Meskipun api telah dipadamkan, paparan asap berkelanjutan tetap menimbulkan risiko kematian karena kekurangan oksigen.

Kebutuhan Konservasi yang Lebih Komprehensif

Upaya penyelamatan individual, seperti evakuasi dan rehabilitasi, penting namun tidak cukup. Pencegahan kebakaran hutan harus menjadi prioritas, sehingga sumber makanan tetap tersedia dan habitat tetap utuh. Pemulihan area terbakar membutuhkan waktu lama; pohon yang terbakar tidak langsung menghasilkan buah, sehingga orangutan harus menempuh jarak lebih jauh untuk menemukan makanan.

Melindungi orangutan pada dasarnya berarti melindungi ekosistem hutan yang menjadi rumahnya. Tanpa hutan yang sehat, tekanan pada populasi akan terus meningkat, memperkecil peluang kelangsungan hidup jangka panjang.

Sempurna sebagai Pengingat

Kematian Sempurna menjadi contoh konkret bahwa kebakaran hutan berdampak jauh melampaui lahan yang terbakar. Satwa kehilangan tempat tinggal, napas terkontaminasi, dan sumber makanan menghilang. Jika hutan terus berubah menjadi zona yang tidak ramah, pertanyaan selanjutnya bukan lagi berapa banyak orangutan yang tersisa, melainkan apakah masih ada rumah yang layak bagi mereka.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Kejadian Kriminal dan Penanggulangan Abu Vulkanik di Jakarta Pusat: Penangkapan Jambret WNA hingga Korsleting Gardu Listrik

Kejadian Kriminal dan Penanggulangan Abu Vulkanik di Jakarta Pusat: Penangkapan Jambret WNA hingga Korsleting Gardu Listrik

Beragam insiden kriminal serta masalah keamanan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Senin 7 September menjadi sorotan, meliputi penangkapan perampok asing asal India hingga munculnya asap hitam di Pasar Baru yang dipicu korsleting listrik.

Penangkapan Jambret Warga Asing India di Menteng

Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Menteng berhasil menangkap pelaku perampokan terhadap seorang warga negara India di Jalan Gondangdia, Menteng, kurang dari 24 jam setelah kejadian pada 4 September 2026. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Sang Ngurah Wiratama, menjelaskan bahwa tim mengidentifikasi tersangka melalui pemeriksaan lokasi dan analisis rekaman CCTV yang dipadankan dengan data pengenalan wajah milik kepolisian.

Pencarian Rekan Pelaku Penjambretan WNA India

Setelah penangkapan pertama, polisi terus memburu rekan pelaku yang diduga berperan dalam perampokan tersebut. Menurut AKBP Sang Ngurah Wiratama, tersangka lain diduga mengambil ponsel korban, sementara rekannya mengendarai sepeda motor saat aksi berlangsung. Upaya penangkapan masih berlangsung.

Pembagian Masker untuk Pengemudi Ojek Online di Tengah Abu Vulkanik

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyalurkan 20.000 masker kepada pengemudi ojek online di tiga lokasi strategis: Mall Gandaria City, Stasiun Kebayoran Lama, dan stasiun MRT Blok M. Kombes Pol Firman Darmansyah menyatakan pembagian ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Metro Jaya untuk melindungi tenaga transportasi dari dampak abu vulkanik.

Distribusi Masker di Kebayoran Baru untuk Menghadapi Debu Vulkanik

Polsek Metro Kebayoran Baru juga memberikan masker kepada warga yang melintas di sekitar markas pada Senin 7 September, sebagai langkah preventif terhadap potensi iritasi pernapasan akibat debu vulkanik. Kompol Sami Waskita Wiyata menegaskan bahwa pembagian masker merupakan bagian dari layanan kepolisian kepada masyarakat.

Asap Hitam di Pasar Baru Dikonfirmasi Akibat Korsleting Gardu Listrik

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Egy Irwansyah, memastikan bahwa asap hitam yang sempat viral di media sosial dan menimbulkan kepanikan di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, berasal dari korsleting pada gardu listrik. Ia menambahkan bahwa tim PLN telah memperbaiki kerusakan tersebut sehingga tidak ada lagi asap di lokasi.

Berbagai insiden tersebut menunjukkan respons cepat aparat kepolisian dan pihak terkait dalam menangani situasi darurat, baik yang berkaitan dengan kejahatan maupun ancaman lingkungan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Dampak Asap Karhutla pada Satwa Liar Kalimantan

Dampak Asap Karhutla pada Satwa Liar Kalimantan

Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna tewas setelah terjangkit gangguan pernapasan yang dipicu oleh kebakaran hutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sempurna ditemukan tergeletak lemah di dalam parit kering, tak mampu berdiri. Tim BKSDA bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera mengevakuasinya, memberikan terapi oksigen dan cairan intravena.

Meski mendapat perawatan, kondisi Sempurna semakin memburuk dan dinyatakan meninggal pada hari yang sama. Pemeriksaan necropsi pada 1 September mengungkap adanya perubahan patologis pada paru‑paru, jantung, dan ginjal. Paru-paru menunjukkan kongesti serta atelektasis parsial, yang diduga berhubungan dengan paparan asap tebal yang menyebabkan hipoksia akut.

Dampak Asap Terhadap Kesehatan Orangutan

Kematian Sempurna menegaskan bahwa ancaman kebakaran hutan tidak selalu tampak sebagai luka bakar. Paparan asap dapat merusak jaringan pernapasan, menurunkan kadar oksigen dalam darah, dan memperparah kondisi organ vital.

Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, asap dari kebakaran sekitar pernah menurunkan kualitas udara, memaksa tim rehabilitasi memantau kesehatan satwa secara intensif meski belum tercatat kasus infeksi pernapasan akut.

Hilangnya Habitat dan Potensi Konflik Manusia

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) sangat bergantung pada hutan lebat untuk makanan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan. Kebakaran yang meluas tak hanya menghilangkan pohon, melainkan juga sumber buah, daun, dan bagian tumbuhan lain yang menjadi makanan mereka.

Ketika sumber makanan menghilang, orangutan terpaksa menempuh jarak lebih jauh, sering kali memasuki perkebunan kelapa sawit atau wilayah pemukiman. Keberadaan mereka di area manusia dapat memicu konflik, meski motivasinya biasanya sekadar mencari pangan atau tempat aman.

Upaya Konservasi di Tengah Ancaman Berulang

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) mencatat bahwa kebakaran di kawasan Mawas, Kalimantan Tengah, telah menghanguskan lebih dari 43 hektar hutan rawa gambut pada Agustus 2026. Secara nasional, Kementerian Kehutanan melaporkan 946 hotspot berkepercayaan tinggi hingga 30 Agustus 2026, dengan 455 titik di Kalimantan Barat dan 308 titik di Kalimantan Tengah.

Penanganan darurat seperti evakuasi dan rehabilitasi tetap penting, tetapi pencegahan kebakaran serta perlindungan dan pemulihan habitat menjadi langkah yang lebih fundamental untuk menjamin kelangsungan hidup orangutan.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Walaupun Sempurna telah tiada, upaya penyelamatan terhadap orangutan lain yang terdampak kebakaran terus berlangsung. Tim konservasi di Kalimantan Barat dan Tengah secara rutin memantau kualitas udara serta mengevakuasi satwa yang terjebak.

Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kemampuan manusia untuk melindungi sisa hutan, memulihkan lahan gambut yang rusak, dan mengendalikan penyebab kebakaran. Tanpa hutan yang aman, tidak ada ruang bagi orangutan untuk bertahan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Dampak Karhutla pada Orangutan Kalimantan: Tragedi Sempurna dan Tantangan Konservasi

Dampak Karhutla pada Orangutan Kalimantan: Tragedi Sempurna dan Tantangan Konservasi

Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna ditemukan dalam kondisi lemah dan mengalami gangguan napas di sebuah perkebunan kelapa sawit di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan evakuasi, memberikan terapi oksigen serta cairan rehidrasi sebelum memindahkannya ke pusat rehabilitasi YIARI. Sayangnya, kesehatan Sempurna terus menurun dan ia dinyatakan meninggal pada hari yang sama.

Hasil Nekropsi Mengungkap Penyebab Kematian

Pemeriksaan post‑mortem yang dilakukan pada 1 September mengidentifikasi kerusakan pada paru‑paru, jantung, dan ginjal. Pada jaringan paru terdeteksi perubahan yang diduga diakibatkan oleh paparan asap kebakaran, menyebabkan hipoksia akut. Kerusakan pernapasan tersebut diperkirakan mengganggu fungsi kardiovaskular, yang pada akhirnya berkontribusi pada kematian sang orangutan.

Karhutla: Ancaman Lebih Dari Sekadar Api

Kasus Sempurna menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas manusia, melainkan juga menimbulkan risiko langsung bagi satwa liar. Bagi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang sangat bergantung pada hutan sebagai sumber makanan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan, kebakaran dapat menghilangkan habitat, memutuskan koridor migrasi, dan memaksa mereka mencari tempat baru di luar hutan.

Ketika vegetasi terbakar, sumber makanan hilang dan jalur aman terputus, sehingga orangutan dapat muncul di perkebunan, lahan pertanian, atau bahkan area pemukiman untuk bertahan hidup. Kondisi ini meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa.

Kasus Serupa di Kalimantan Lainnya

Pada Agustus 2026, tim BKSDA Kalimantan Barat juga mengevakuasi orangutan lain di Ketapang setelah kebakaran mengancam area perkebunan warga. Sebelumnya, seekor betina bernama Mama Yuni beserta dua anaknya harus dipindahkan karena habitat mereka terpotong oleh api. Di Kalimantan Timur, pada 1 September 2026, BKSDA bersama Yayasan Jejak Pulang mengevakuasi sebelas orangutan dari kawasan hutan pendidikan Samboja yang terancam asap kebakaran. Berbeda dengan Sempurna yang sudah kritis, semua individu tersebut dinyatakan sehat setelah pemeriksaan.

Pentingnya Penanganan Cepat dan Pelaporan Masyarakat

Pengalaman Sempurna menyoroti bahwa selain memadamkan api, tim penyelamat harus memperhatikan kondisi kesehatan satwa yang terpapar asap, dehidrasi, dan stres. Laporan warga menjadi faktor kunci dalam mengidentifikasi hewan yang membutuhkan intervensi segera.

Upaya Konservasi yang Lebih Menyeluruh

Kisah Sempurna mengingatkan bahwa melindungi orangutan tidak dapat dipisahkan dari upaya melestarikan hutan asal mereka. Pencegahan kebakaran, pengelolaan lahan secara berkelanjutan, serta restorasi koridor hutan menjadi langkah esensial untuk memastikan keberlangsungan populasi orangutan di masa depan.

Walaupun penyelamatan individu tetap penting, strategi jangka panjang yang menargetkan pengurangan risiko kebakaran dan pemulihan habitat akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi satwa dan ekosistem hutan Kalimantan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Lebih dari Seribu Situs Baru Dinobatkan Cagar Budaya Nasional pada 2026

Lebih dari Seribu Situs Baru Dinobatkan Cagar Budaya Nasional pada 2026

Kementerian Kebudayaan mempercepat proses inventarisasi dan secara resmi menetapkan 1.172 objek sebagai cagar budaya nasional pada tahun 2026. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan terhadap warisan budaya Indonesia.

Langkah Strategis Pemerintah dalam Pelestarian

Dengan menambah lebih dari seribu situs ke dalam daftar cagar budaya, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengamankan nilai historis, arsitektural, dan budaya yang ada di seluruh nusantara. Penambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta membuka peluang pendanaan dan dukungan teknis bagi pemeliharaan situs‑situs tersebut.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Mendagri Desak Kepala Daerah NTT Manfaatkan Dana BTT Rp200 Miliar dari Presiden

Mendagri Desak Kepala Daerah NTT Manfaatkan Dana BTT Rp200 Miliar dari Presiden

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menuntut agar seluruh kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur segera memanfaatkan alokasi bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan pascagempa.

Bantuan Keuangan dan Distribusinya

Presiden menganggarkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp200 miliar, dengan Rp40 miliar dialokasikan untuk pemerintah provinsi NTT dan masing‑masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten yang terdampak.

Percepatan Realisasi Dana

Karnavian menyoroti lambatnya pencairan dana di beberapa wilayah dan menekankan pentingnya penggunaan mekanisme pengadaan langsung pada masa darurat. Kementerian dalam negeri telah menurunkan tim lapangan untuk mengawasi penyaluran sehingga bantuan dapat sampai ke komunitas terpencil.

Kondisi Infrastruktur dan Fokus Selanjutnya

Menurutnya, jaringan listrik, telekomunikasi, jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan di NTT sudah kembali beroperasi, meski masih ada titik‑titik yang dalam perbaikan. Dengan mobilitas yang relatif lancar, prioritas kini beralih pada penguatan logistik serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi.

Pendataan Kerusakan dan Penyaluran BNPB

Ia menginstruksikan percepatan inventarisasi bangunan yang rusak—baik rumah tinggal maupun fasilitas publik—sebagai dasar bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menyalurkan bantuan. Setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah stabil, BNPB dapat langsung mencairkan dana.

Dukungan Administratif Lainnya

Kementerian Dalam Negeri juga mengerahkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menerbitkan kembali dokumen kependudukan yang hilang, dengan total sekitar 11 000 surat. Koordinasi dilakukan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, untuk mengeluarkan kembali sertifikat tanah, serta dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar SIM, STNK, dan BPKB dapat diterbitkan ulang secara gratis.

Peserta Rapat Koordinasi

Rapat virtual yang dipimpin Presiden ini dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta para kepala daerah NTT yang bergabung secara daring.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Menko Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku 'Islam ala Prabowo' – Klarifikasi Lengkap

Menko Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku 'Islam ala Prabowo' – Klarifikasi Lengkap

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa ia tidak menulis buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurutnya, peran yang diemban hanyalah sebagai narasumber yang diwawancarai oleh tim penulis, tanpa terlibat dalam penentuan judul, perencanaan, maupun pendanaan penerbitan.

“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” ujar Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa.

Setelah sesi wawancara berakhir, ia mengaku tidak pernah menerima transkrip atau naskah hasil wawancara sampai buku tersebut dicetak.

Ketika membaca hasil akhir, Yusril menilai bahwa sebagian besar pernyataannya telah disajikan secara akurat.

Ia menjelaskan bahwa wawancara tersebut dilakukan jauh sebelum ia dilantik sebagai menko dalam Kabinet Merah Putih.

Karena kejadian itu terjadi cukup lama, ia tidak ingat siapa yang melakukan wawancara dan tidak dapat memastikan apakah pewawancara tersebut merupakan anggota langsung tim penyusunan buku, mengingat ia tidak mengenal orang tersebut secara pribadi.

Setelah menelaah buku secara keseluruhan, Menko tidak menemukan masalah substantif pada bagian yang bersumber dari wawancaranya.

Ia menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan dalam wawancara dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik,” tambahnya.

Mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut menekankan bahwa klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan posisi dirinya terkait buku itu.

Yusril berharap publik dapat menilai karya tersebut secara keseluruhan, memisahkan isi substansial dari kesan yang mungkin muncul akibat pilihan judul.

Baginya, yang utama adalah isi wawancara yang mencerminkan pandangannya, dan ia tidak menolak agar pendapat tersebut dipublikasikan serta siap menanggungnya secara akademik.

Analisis Tambahan

Klarifikasi Yusril menegaskan pentingnya memisahkan peran narasumber dengan peran penulis dalam publikasi, terutama ketika judul buku dapat menimbulkan persepsi yang keliru di mata publik.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Warga, 30 Luka dalam 24 Jam Terbaru

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Warga, 30 Luka dalam 24 Jam Terbaru

Dalam 24 jam terakhir, lima warga Palestina meninggal dunia dan tiga puluh lainnya mengalami luka-luka akibat serangan militer Israel di wilayah Jalur Gaza, menurut laporan Kementerian Kesehatan setempat pada Senin.

Kondisi Kesehatan dan Korban Tambahan

Kementerian menyatakan bahwa lima jenazah telah dibawa ke rumah sakit, sementara dua orang lain yang sebelumnya terluka parah juga menghembuskan napas terakhirnya. Tiga puluh korban lainnya dirawat dengan berbagai tingkat keparahan luka.

Pihak berwenang masih khawatir ada korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan atau di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau tim ambulans dan pertahanan sipil.

Statistik Sejak Gencatan Senjata

Sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada 11 Oktober, tercatat sebanyak 1.352 orang tewas dan 4.511 orang terluka di Gaza, dengan 826 jenazah telah dievakuasi ke tempat lain.

Jika menghitung sejak awal konflik pada 7 Oktober 2023, jumlah total korban tewas telah melampaui 73.000 orang.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 Resmi Dikukuhkan di Palu, Sulawesi Tengah

Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 Resmi Dikukuhkan di Palu, Sulawesi Tengah

Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 secara resmi diangkat pada upacara di Gedung Banua Rusdy Toana, Universitas Muhammadiyah Palu, Sulawesi Tengah. Upacara pengukuhan dipimpin oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, pada Sabtu 5 September.

"Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya secara resmi mengukuhkan Bapak/Ibu menjadi anggota Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 di Sulawesi Tengah, Kota Palu," ujar Agung dalam sambutan.

Dalam pesannya, Agung menekankan bahwa Tanwir, yang hanya dilaksanakan beberapa kali dalam satu periode kepemimpinan, harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik‑baik demi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ia menambahkan, dalam kurun waktu lima tahun Tanwir hanya diadakan dua kali, sehingga suatu daerah mungkin membutuhkan beberapa tahun lagi untuk dapat menjadi tuan rumah. Karena itu, sidang Tanwir perlu dimaksimalkan sebagai forum yang sangat khusus bagi organisasi.

Agung juga menjelaskan bahwa dasar utama pelaksanaan Tanwir adalah musyawarah, sementara sistem pelaksanaannya dibangun berdasar kesepakatan yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut.

"Yang terpenting adalah terus berfastabiqul khairat, berlomba‑lomba dalam kebaikan. Pada tiap waktunya, Muhammadiyah harus menjadi lebih baik sebagaimana yang telah diusung sebagai organisasi Islam berkemajuan," tegasnya.

Susunan Kepanitiaan Tanwir 2026

Menurut Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 558/KEP/I.0/D/2026 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah Tahun 2026, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai Penanggung Jawab.

Ketua panitia dipimpin oleh Amin Parakkasi, didukung oleh tujuh anggota: Muh Khairil, Hamdi Rudji, Mustamin Idris, Mulkus Kisman, Ilyas Padduntu, Ikbal Bungajim, dan Abd. Hafid Dg. Masila. Rincian lengkap Panitia Pelaksana tercantum dalam surat keputusan tersebut.

Dengan kepanitiaan yang kini resmi, persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Kota Palu melanjutkan ke tahap berikutnya. Momentum ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda permusyawaratan nasional, melainkan juga menjadi peluang strategis bagi warga Persyarikatan di Sulawesi Tengah untuk menampilkan semangat kemajuan melalui penyelenggaraan Tanwir yang tertib, inklusif, dan mencerminkan nilai‑nilai musyawarah Muhammadiyah.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Muhammadiyah Perkuat Aksi Kemanusiaan: Infak Jumat, Lazismu, dan Pemulihan Bencana di NTT, Sumatera, Kalimantan

Muhammadiyah Perkuat Aksi Kemanusiaan: Infak Jumat, Lazismu, dan Pemulihan Bencana di NTT, Sumatera, Kalimantan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Muhammadiyah memperluas upaya kemanusiaannya untuk membantu korban bencana di sejumlah wilayah melalui penggalangan infak Jumat, pengerahan relawan, layanan kesehatan, penyediaan kebutuhan pokok, serta pendampingan pada fase pemulihan.

Menurut Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, organisasi telah mengeluarkan arahan agar infak Jumat di masjid‑masjid Muhammadiyah dikumpulkan dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak, khususnya bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Izzul menekankan bahwa penggalangan dana tidak harus berhenti setelah satu minggu; umat Muhammadiyah dapat melanjutkan kontribusi bila diperlukan. Selain NTT, perhatian juga diberikan kepada korban kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan.

"Artinya edaran itu tidak berarti satu pekan berhenti, tapi kalau seandainya ada yang ingin melanjutkan lagi juga enggak apa‑apa," ujar Izzul dalam acara Ruang Publik TVMu, 5 September.

Ia mengajak seluruh anggota Muhammadiyah menyalurkan kepedulian melalui infak Jumat maupun Lazismu di tiap tingkatan persyarikatan.

Dari Penghimpunan hingga Distribusi

Gerakan ini melibatkan beberapa unit internal. Lazismu berperan sebagai pengumpul dana, sementara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menangani asesmen kebutuhan dan pelaksanaan bantuan di lapangan.

Bendahara MDMC, Dede Haris Sumarno, menegaskan bahwa semangat gotong‑royong dalam membantu korban bencana telah menjadi bagian integral dari tradisi Muhammadiyah.

"Kalau di Persyarikatan Muhammadiyah ini adalah sesuatu yang saya kira sudah sangat mendarah daging," kata Dede.

MDMC melakukan penilaian awal untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, mulai dari hunian darurat, pangan, layanan kesehatan, kebutuhan anak, pendidikan sementara, hingga fasilitas ibadah.

Di Flores, tim kesehatan MDMC mendirikan rumah sakit lapangan dan unit layanan bergerak karena pengungsi tersebar di banyak titik. Bantuan juga mencakup tempat tinggal sementara mengingat ancaman gempa susulan.

"Adik‑adik kita boleh saja mengalami kejadian seperti ini, tapi pendidikannya tidak boleh ditinggalkan," tambah Dede.

Di Kalimantan, MDMC tetap menempatkan tim khusus untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, sementara di Flores tim medis dari rumah sakit Muhammadiyah beroperasi secara bergiliran.

"Posisi membantu, tidak menggantikan pemerintah. Kita berkoordinasi mana rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan sebagainya," jelas Dede.

Muhammadiyah One Response

Penanganan bencana tidak berhenti pada tahap darurat. Setelah situasi stabil, Muhammadiyah melanjutkan upaya pemulihan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Setiap majelis atau lembaga dalam jaringan persyarikatan mengambil peran sesuai kompetensinya: Majelis Ekonomi untuk revitalisasi ekonomi, Majelis Pendidikan Dasar Menengah untuk program pendidikan, serta perguruan tinggi dan rumah sakit untuk dukungan teknis.

Konsep ini disebut Muhammadiyah One Response, yakni sinergi seluruh elemen persyarikatan dalam rangkaian penanganan bencana.

"Tidak hanya satu atau dua lembaga, tapi seluruh elemen yang ada di persyarikatan bergerak bersama sesuai dengan tahapannya masing‑masing," ujar Dede.

Direktur Fundraising Lazismu, Mochammad Sholeh Farabi, menambahkan bahwa dukungan masyarakat harus berkelanjutan meski sorotan media mulai memudar.

"Jangan biarkan kepedulian itu berhenti walaupun kabar tentang bencana mulai menghilang dari televisi," kata Farabi.

Menurutnya, Muhammadiyah biasanya hadir sejak awal bencana dan tetap mendampingi korban hingga proses pemulihan selesai.

"Jadi jalan bencana itu panjang. Biasanya memang Muhammadiyah itu tim yang biasanya pertama datang tapi pulang paling terakhir," ujarnya.

Rp7,4 Miliar dan 20 Ribu Kaleng RendangMu

Lazismu melaporkan bahwa hingga kini dana yang terkumpul untuk penanganan bencana NTT mencapai sekitar Rp7,4 miliar, sesuai arahan Pimpinan Pusat.

"Menurut data yang terkumpul di Lazismu, berdasarkan surat PP Muhammadiyah untuk menghimpun itu sampai saat ini sudah masuk sekitar 7,4 miliar rupiah," kata Farabi.

Jumlah tersebut akan disalurkan berdasarkan hasil asesmen tim lapangan. Untuk bencana lain seperti kebakaran hutan dan erupsi, proses penghimpunan masih berlangsung.

Lazismu menyiapkan paket bantuan yang menyesuaikan dengan kelompok rentan, antara lain family kit, woman kit, dan hygiene kit. Di Kalimantan, bantuan tambahan berupa uang, masker, dan perlengkapan kesehatan juga telah tersedia.

Komunitas akademik Muhammadiyah turut berperan dengan menggalang bantuan melalui mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan ortom.

Selain dana, Lazismu menyalurkan sekitar 20 000 kaleng RendangMu—makanan siap saji berbahan daging kurban—kepada korban gempa di NTT melalui posko-posko Muhammadiyah.

"Saat ini kami sudah menyalurkan kurang lebih ada 20.000 kaleng," ungkap Farabi.

Farabi menegaskan bahwa semua dana dikelola dengan prinsip amanah, profesional, dan transparan, serta dilaporkan secara berkala melalui media dan kanal digital.

Mengusulkan Dana Abadi Kemanusiaan

Dede Haris Sumarno mengusulkan pembentukan dana abadi kemanusiaan untuk mempercepat respons awal saat bencana terjadi, sehingga tidak harus menunggu proses penggalangan dana.

"Namun apabila kita telah memiliki dana abadi kemanusiaan, insyaallah maka bahasa anak mudanya akan lebih gercep," ujar Dede.

Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan semangat Al‑Maun, yang menekankan bantuan tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang.

"Bencana kemanusiaan itu melampaui segalanya. Tidak ada agama, tidak ada suku, semua kita bantu hanya karena rasa kemanusiaan," katanya.

Farabi menutup dengan mengingatkan bahwa dukungan publik—baik dana, tenaga, maupun barang—masih sangat dibutuhkan hingga korban benar‑benar pulih.

"Kami semua elemen di Muhammadiyah akan mendampingi para penyintas bencana sampai mereka pulih," pungkas ia.

📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari muhammadiyah.or.id
Kajian Tarhib Ramadan PCM Duren Sawit II: Raih Pahala "Unlimited" di Bulan Suci

Kajian Tarhib Ramadan PCM Duren Sawit II: Raih Pahala "Unlimited" di Bulan Suci


   JAKARTA TIMUR Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Duren Sawit II menyelenggarakan Pengajian Bulanan bertajuk "Tarhib Ramadan". Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 15 Februari 2026 ini menghadirkan Drs. H. Yani Bayani, M.Pd. sebagai pembicara utama di SD Muhammadiyah 09 Plus Duren Sawit.


Keutamaan Ramadan: Peluang Mengungguli Umat Terdahulu


Dalam ceramahnya yang bertema "The Amazing Silaturahim", Ustaz Yani Bayani menekankan bahwa meskipun secara kuantitatif umur umat Nabi Muhammad SAW lebih pendek dibandingkan umat nabi-nabi terdahulu, Allah SWT memberikan "bonus" luar biasa berupa bulan Ramadan.

"Secara kuantitatif kita kalah, tapi dengan adanya Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, kita bisa menggeser posisi umat terdahulu di surga," ujar beliau. Beliau memaparkan tujuh jaminan utama yang bisa diraih di bulan Ramadan:

1.Bulan Penuh Kebaikan: Terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu neraka sebagai bentuk kemudahan beramal sholeh.

2.Bulan Ukhuwah: Momen mempererat silaturahim yang bahkan membuat para Nabi dan Syuhada merasa kagum.

3.Syafaat Ibadah: Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan pembelaan bagi hamba-Nya di akhirat.

4.Jaminan Ampunan: Melalui ibadah yang didasari iman dan mengharap rida Allah.

5.Berjumpa dengan Allah: Kebahagiaan tertinggi bagi orang yang berpuasa.

6.Konversi Amal Besar-besaran: Pahala amal sholeh yang diberikan secara unlimited atau tidak terhingga.

7.Jaminan Surga: Terbukanya pintu Ar-Rayyan khusus bagi ahli puasa.




Tiga Strategi Menuju Kemenangan


Agar Ramadan tidak berlalu begitu saja, Ustaz Yani membekali jamaah dengan tiga langkah sukses:

1.Luruskan Niat: Menjadikan ketundukan hati sepenuhnya kepada Allah sebagai kunci utama.

2.Siapkan Bekal Ilmu: Memahami kembali fiqih puasa agar amal yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

3.Skala Prioritas: Menuntaskan kewajiban secara sempurna sebelum memaksimalkan amalan sunnah, seperti menjaga makan sahur yang mengandung keberkahan.


Kisah Inspiratif dari Pintu Surga


Menutup kajiannya, beliau menceritakan sebuah hadis tentang mimpi sahabat Thalhah bin Ubaidillah mengenai dua orang yang masuk surga. Ternyata, orang yang umurnya lebih panjang dan sempat bertemu satu kali Ramadan lagi masuk surga lebih dulu dan menempati derajat yang lebih tinggi dibandingkan kawannya yang mati syahid lebih awal.

"Satu kali saja kita bertemu Ramadan dan sukses menjalaninya, itu bisa meningkatkan derajat kita secara luar biasa di sisi Allah," pungkas Ustadz Yani.

(Editor: Piral)

Borong Juara! Santri MCC-LKSA Al-Ma'un Dominasi Panggung Puisi Festival Seni Kaum Marjinal 2026

Borong Juara! Santri MCC-LKSA Al-Ma'un Dominasi Panggung Puisi Festival Seni Kaum Marjinal 2026

 


JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari santri Muhammadiyah Children Center (MCC) LKSA Al-Ma'un. Dua santri berbakat, Apdul dan Alfridho Nugi Pratama, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memborong gelar juara pada ajang Festival Seni Kaum Marjinal 2026.

Dalam pengumuman pemenang yang dirilis panitia, Senin (9/2/2026), MCC-LKSA Al-Ma'un menunjukkan dominasinya di kategori Lomba Membaca Puisi. Tidak tanggung-tanggung, dua posisi teratas berhasil diamankan oleh santri-santri berbakat ini.

Apdul berhasil menyabet Juara 1, mengungguli peserta lainnya dengan penampilan yang memukau dewan juri. Sementara itu, rekannya, Alfridho Nugi Pratama, menyusul di posisi Juara 2. Kemenangan ganda ini menjadi bukti bahwa santri LKSA Al-Ma'un tidak hanya ditempa dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki potensi luar biasa di bidang seni dan sastra.


Dalam foto kemenangan yang diabadikan, tampak rona bahagia terpancar dari wajah Apdul dan Alfridho. Keduanya berpose di atas panggung sambil memegang piala dan papan hadiah pembinaan—sebuah simbol manis dari kerja keras dan keberanian mereka tampil di depan umum.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri-santri lainnya untuk terus menggali potensi diri. Kemenangan di Festival Seni Kaum Marjinal 2026 ini menegaskan pesan bahwa kreativitas dan prestasi bisa lahir dari mana saja, dan santri MCC-LKSA Al-Ma'un siap bersaing serta berkarya untuk negeri.

Selamat kepada Apdul dan Alfridho! Teruslah berkarya dan mengharumkan nama lembaga.

Editor:(Piral)